Saturday, 24 June 2017

Kasus Novel, Kapolri Tawarkan KPK Tempel Tim Polri

Senin, 19 Juni 2017 — 18:54 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta Selatan.  (julian)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di gedung KPK, Jakarta Selatan. (julian)

AKARTA (Pos Kota) – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menawarkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bekerjasama membantu penyelidikan kasus penyerangan dengan air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“Berkaitan dengan langkah lanjut, saya sudah menyampaikan kepada Bapak Ketua KPK, dari Polri menawarkan kepada KPK untuk mungkin membentuk tim, dan kemudian bisa membackup atau menempel kepada tim yang dari Polri,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (19/6/2017).

Meski begitu, Tito menjelaskan, tim KPK yang mungkin nanti bergabung dengan penyelidik KPK bukanlah tim gabungan. Sebab, kedua institusi penegak hukum ini berbeda tupoksinya. Mengingat, tupoksi KPK hanyalah untuk penanganan tindak pidana korupsi berbeda dengan Polri yang berkewenangan menangani tindak pidana umum.

“Tapi kepolisian membuka diri kepada teman-teman KPK apalagi kalau sudah ada Saudara Novel menyatakan ada kecurigaan dari oknum kepolisian. Nah ini kan tentunya bagi kepolisian tidak nyaman, dan juga tidak ingin ada kecurigaan negatif,” ujar Tito.

Karenanya, Tito mengajak tim bentukan KPK nanti untuk menempel. Khususnya untuk mengecek alibi beberapa orang yang dicurigai sebagai pelaku dalam kasus ini.

“Kemudian setelah itu konfrontasi-konfrontasi yang perlu kita lakukan antara orang yang kita curigai dengan para saksi. Ini juga bisa melibatkan teman-teman dari KPK. Kemudian ada beberapa IT yang diperlukan bersama-sama, mungkin itu dianalisis,” ucap mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Selain itu, ia menambahkan, pihaknya sangat terbuka dengan tim IT KPK untuk sama-sama mempelajari kasus tersebut. “Sehingga apa pun masukan yang dari Polri bisa dianalisis bersama atau terpisah. Tapi setelah itu disharing,” imbuhnya.

Upaya ini, kata Tito, dilakukan agar kasus tersebut dapat secepatnya terungkap. “Ya mudah-mudahan Allah Yang Maha Kuasa memberikan jalan kepada kita supaya kasus ini juga cepat terungkap. Itu juga akan melegakan bagi kami. Karena bagi kami itu adalah utang. Utang bagi kepolisian kasus ini,” tuntasnya.

(Baca: Ini yang Dijelaskan Kapolri ke KPK Soal Kasus Novel Baswedan)

Ketua KPK, Agus Rahardjo, memuji progress penyelidikan yang dilakukan tim penyelidik Bareskrim Polri dalam kasus ini. Ia pun mengapresiasi tawaran bergabungnya tim dari KPK untuk mempercepat penanganan kasus ini.

“Jadi tawaran itu sungguh sangat simpati, sungguh sangat baik. Tetapi kami harus mengevaluasi dulu kira-kira bantuan apa yang bisa diberikan oleh KPK kepada Polri,” ujar Agus.

Agus pun mengaku siap mendampingi tim untuk mengklarifikasi langsung kepada Novel yang saat ini sedang menjalani perawatan di salah satu RS di Singapura. “Mudah-mudahan kita segera bisa menemukan pelaku terkait kasus ini,” imbuhnya. (julian/yp)