Monday, 23 October 2017

Panglima TNI : Bapak Presiden Jangan Ragukan Moril TNI

Senin, 19 Juni 2017 — 22:08 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

JAKARTA (Pos Kota)- Organisasi militer berbeda dengan organisasi lainnya karena yang diutamakan adalah kesatuan komando, mulai Presiden sebagai Panglima Tertinggi, Panglima TNI, Kepala Staf dan Kotamaops mempunyai garis komando yang jelas dan tegas.

“Jadi jangan ragukan TNI, kapanpun TNI siap digerakkan dan tidak mengenal kata gagal dalam menjalankan tugas karena kalau gagal negara ini akan hancur,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan sambutan pada acara buka puasa bersama di Lapangan Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/6/2017).

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah mengunjungi satuan-satuan TNI di seluruh tanah air dan latihan-latihan TNI. “Bahkan Bapak Presiden telah hadir empat kali di Natuna dan yang terakhir Latihan PPRC TNI beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Gatot Nurmantyo menyampaikan atas nama Prajurit dan PNS TNI juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden karena telah memberikan gaji ke 14 yang sudah diterima 57 % mulai Jumat kemarin.

“Untuk Mabes TNI, tidak saya berikan sebelum tempat terpencil atau perbatasan menerima. Dengan demikian Bapak Presiden jangan meragukan moril prajurit TNI yang tetap tinggi,” katanya.

Pada akhir sambutannya, Panglima TNI melaporkan kepada Presiden RI bahwa pada tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017 (17 17 17), TNI bersama masyarakat akan mengadakan doa bersama di seluruh Markas TNI di tanah air.

“Para Hafiz Quran akan khataman Al-quran dan bagi yang beragama Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu berdoa bersama selama satu jam mulai dari pukul 17.00 sampai pukul 18.00 sesuai dengan waktu setempat masing-masing,” ujarnya.

Ketua Umum MUI Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin dalam ceramahnya menyampaikan bahwa, sebagai bangsa Indonesia marilah kita selalu bersyukur kepada Allah SWT karena Indonesia memiliki Pancasila. Dengan Pancasila, bangsa Indonesia yang beragam suku bangsa, agama dan ras dapat disatukan dalam bingkai ke-Bhinneka-an dan ke-Indonesia-an yang harmoni.

jokowikotak

Jokowi hadiri buka bersama di Markas TNI Cilangkap

“Kita bersyukur memiliki tokoh seperti Bung Karno yang dengan cerdas dapat merumuskan Pancasila, tanpa Pancasila tidak ada NKRI. Dalam prespektif Islam, Indonesia adalah negara damai, bukan Darul Islam (bukan negara Islam), bukan Darul Kuffar (bukan negara kafir), tetapi negara kesepakatan antar seluruh suku bangsa, antar seluruh agama, saling berjanji untuk hidup secara damai, saling mencintai dan menyayangi serta saling menolong,” ucap KH. Ma’ruf Amin. (B)