Monday, 23 October 2017

Penembak Jitu Ditempatkan di Lokasi Rawan Jakarta Utara

Senin, 19 Juni 2017 — 21:38 WIB
Kapolres Jakarta Utara, Kombes Dwiyono, meemriksa pasukan dalam apel siaga pengamanan Lebaran. (ilham)

Kapolres Jakarta Utara, Kombes Dwiyono, meemriksa pasukan dalam apel siaga pengamanan Lebaran. (ilham)

JAKARTA (Pos Kota) – Amankan wilayah Jakarta Utara, Polres Jakarta Utara, Kodim 05/02JU dan Pemda menerjunkan 1,400 personil gabungan. Polres Jakarta Utara menurunkan penembak jitu dan Tim Tiger. Operasi Ramadaniya 2017 akan berlangsung selama 16 hari hingga selesai Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

Kapolres Jakut Kombes Dwiyono mengatakan, ada 44 pos pengamanan di Jakarta Utara. Di antaranya, di pintu masuk Jalan Gunung Sahari di kawasan Ancol, wilayah Penjaringan di sekitaran Emporium, Mal La Piaza di Kepala Gading dan Terminal Tanjung Priok.

Dikatakan, pasukan penembak jitu atau akan bersiaga di beberapa titik di antaranya Tanjung Priok, Koja, Cilincing, Kelapa Gading, Pademangan, Penjaringan dan beberapa titik rawan kriminalitas lainnya

“Mereka akan menindak tegas pelaku kejahatan yang melakukan kriminalitas atau mengancam jiwa warga atau petugas. Kami perintahkan untuk tidak segan-segan melakukan tindakan tegas kepada pelakunya,” ucap Dwiyono usai Apel pasukan terpusat Ramadaniya di halaman Mapolres Jakarta Utara, Senin (19/6/2017).

Untuk aparat gabungan, jelas Dwiyono, akan melakukan patroli bersama ke rumah warga ketika warga Jakut mudik. Untuk memastikan kegiatan patroli dapat menciptakan kondisi aman dan kondusif bagi masyarakat Jakut. Warga juga dipersilakan menitipkan kendaraannya.

“Kami akan meningkatkan patroli-patroli di rumah yang akan ditinggal mudik. Termasuk menyiapkan fasilitas tempat warga menitipkan kendaraan di polres atau polsek tanpa dipungut biaya,” ujarnya.

Sementara, Tim Tiger akan melakukan patroli malam dan memantau lokasi-lokasi rawan. “Terkait tindakan kriminalitas kami akan tingkatkan patroli bahkan tim khsusu kami, Tim Tiger selalu patroli tiap malam untuk menyentuh tempat-tempat yang dianggap rawan,” pungkasnya.

Dwiyono berharap masyarakat selalu berhati-hati dan mewaspadai maraknya aksi kriminalitas. “Masyarakat yang melaksanakan mudik untuk berhati-hati. Kemudian jikalau memang ingin meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, silahkan untuk dititipkan kepada pihak RT RW ataupun saudara terkait barang berharganya. (ilham)