Tuesday, 25 July 2017

Kasus Koperasi Pandawa Disidangkan di PN Depok Usai Lebaran

Selasa, 20 Juni 2017 — 12:08 WIB
Kajari Depok Sufari didampingi sejumlah staf kejaksaan saat mengecek keberadaan barang bukti hasil penipuan dari Koperasi Pandawa. (anton)

Kajari Depok Sufari didampingi sejumlah staf kejaksaan saat mengecek keberadaan barang bukti hasil penipuan dari Koperasi Pandawa. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Kasus Penipuan Koperasi Pandawa yang merugikan ribuan nasabahnya akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Depok, usai Lebaran.

“Jika semua berkas sudah siap, kasus yang melibatkan Salman Nuryanto beikut ke 26 tersangka lainnya akan dilimpah ke PN Depok karena pihak PN Depok mulai 21 Juni 2017 tidak menerima berkas dikarenakan libur lebaran hingga 3 Juli 2017 mendatang,” kata Kajari Depok Sufari, Selasa (20/6/2017).

Tim kejaksaan setelah menerima berkas dan pelimpahan sejumlah barang bukti dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya langsung melakukan pengecekan dan pendataan kepada ke 27 tersangka termasuk Kepala Koperasi Pandawa Salman Nuryanto dan puluhan barang bukti berupa 42 unit mobil, 22 unit sepeda motor mewah, perhiasan emas, tujuh sertifikat tanah, uang tunai Rp 200 juta, cek sebesar Rp 190 juta dan lainnya.

Sampai saat ini memang barang bukti kendaraan masih ada di sekitar kantor Kajari Depok, lanjutnya, dan akan dititipkan di rumah barang sitaan (Rumbatan) atau lokasi terdekat sehingga saat n sidang di PN Depok tidak harus menunggu terlalu lama untuk menujukan barang bukti.

“Untuk ke 27 tersangka akan dititipkan dirumah tahanan terdekat seperti Rutan Cilodong,” ujar Kajari Sufari.”Lima tersangka perempuan akan dititipkan di Rutan Bogor.”

Sebelumnya, Kepala Unit III Fismondev Subdit Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Iver Manosoh, mengatakan 27 tersangka kasus dugaan penipuan ribuan orang oleh Koperasi Pandawa dilimpahkan ke Kajari Depok untuk selanjutnya ditindak lanjuti ke PN Depok berikut barang bukti. (anton/tri)