Saturday, 20 January 2018

Ini Kata Djarot Soal Larangan Motor Melintas di Jalur Ganjil

Rabu, 21 Juni 2017 — 16:47 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat. (ikbal)

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat. (ikbal)

JAKARTA  (Pos Kota) – Wacana pemberlakuan pelarangan sepeda motor melintas di jalur ganjil genap karena pertumbuhan sepeda motor menjadi satu penyebab kemacetan di Jakarta. Namun, Gubernur Djarot Syaiful Hidayat menyatakan,  wacana perlu dikaji lebih dalam sebelum benar-benar diterapkan.

“Begini mobil sudah kan, tinggal sepeda motor. Sepeda motor ini kan luar biasa ya banyaknya. Juga menimbulkan kemacetan, jadi kita lihat dulu, kita kaji betul apakah memang bisa, ya, untuk dilakukan ke motor,” kata Djarot di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2017).

Djarot menyebut, wacana pelarangan tersebut juga dilakukan guna mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. Diharapkan, dengan atyran tersebut, warga dapat beralih untuk menggunakan moda transportasi umum untuk mobilitas di Jakarta.

“Tujuannya jelas sebenarnya kita minta mengimbau warga masyarakat untuk melepaskan atau mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” imbuhnya.

Kendaraan bermotor roda dua diwacanakan akan dilarang melintas jalan-jalan yang telah diberlakukan aturan ganjil-genap. Wacana tersebut muncul dalam rapat Forum Lalulintas pada 7 Juni 2017 lalu di Polda Metro Jaya.

Diketahui, saat ini larangan melintas bagi sepeda motor sudah dilakukan di Jalan MH. Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat.

Jika wacana tersebut direalisasikan, maka sepeda motor akan dilarang melintas di jalan dengan aturan ganjil genap yakni kawasan Bundaran Patung Kuda, Simpang Bank Indonesia, Simpang Sarinah, Bundaran HI, Simpang Imam Bonjol, Bundaran Senayan, Simpang CSW,  Simpang Kuningan dan Jalan Sudirman. (ikbal/win)