Sunday, 15 September 2019

Pembentukan TGPF Kasus Novel Bisa Permalukan Polri

Rabu, 21 Juni 2017 — 19:07 WIB
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani. (win)

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani. (win)

JAKARTA (poskotanews.com) –Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan yang diinisiasi Komnas HAM mestinya mempermalukan Polri. Pembentukan tim itu sama artinya meragukan kinerja Polri.

“Pembentukan tim tersebut sebenarnya merupakan tamparan untuk Polri. Artinya kerja-kerja penyidikannya tidak dipercaya banyak pihak dalam kasus Novel Baswedan,” kata anggota DPR dari Komisi III Arsul Sani, Rabu (21/6).

Diakui, tim itu bisa membantu kinerja polisi, tapi di sisi lain terkesan tidak mempercayai polisi. Apalagi kasus ini sudah menjadi sorotan masyarakat karena seperti tidak ada kemajuan.

“Kasus-kasus lain yang minin barang bukti, bahkan gelap dengan cepat diungkap polisi tapi kasus ini relatif banyak barang bukti, bahkan kendaraan yang digunakan sudah terang benderang namun kasusnya tak bisa diungkap,” katanya.
Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution mengatakan, tim tersebut dibentuk bersama sejumlah perwakilan organisasi masyarakat sipil anti-korupsi. Tim ini bertujuan untuk mendorong pengungkapan dan penyelesaian kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. (us)