Saturday, 20 January 2018

Ahok Dieksekusi di Rutan Brimob, Ternyata Ada Surat Kalapas Cipinang

Kamis, 22 Juni 2017 — 16:26 WIB
Ketika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di dalam Rutan Cipinang. Ia divonis 2 tahun penjara oleh PN Jakarta Utara lalu dipindah ka mako Brimob. (ist)

Ketika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di dalam Rutan Cipinang. Ia divonis 2 tahun penjara oleh PN Jakarta Utara lalu dipindah ka mako Brimob. (ist)

JAKARTA (Pos Kota)  –  Tim Jaksa Eksekutor mengeksekusi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Rutan Brimob bukan Lapas Cipinang,  karena adanya surat Kepala Lapas (Kalapas) Cipinang kepada Komandan Rutan Brimob Kelapa Dua,  Depok.

Isi surat tersebut tentang kegaduhan saat Ahok dieksekusi pasca vonis dua tahun Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN)  Jakarta Utara, Selasa (9/6). Lalu,  berakibat demo sepanjang malam di depan Lapas Cipinang.

“Maka, teman Lapas Cipinang tidak mau terulang lagi eksekusi tahap pertama.  Mereka minta terpidana dieksekusi di Rutan Mako Brimob, ” kata Noor,  di Kejaksaan Agung,  Kamis (22/6).

Menurut Noor,  dalam proses eksekusi,  Rabu (21/6) dihadiri petugas Lapas Cipinang dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).  “Dengan demikian terpidana tetap ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dia untuk menjalani pidananya,” terangnya.

Laksanakan Putusan

Menjawab pertanyaan wartawan,  Noor menyatakan tentang keberadaan Ahok di Rutan Brimob untuk selamanya atau tidak, itu bergantung kepada kebijakan Lapas Cipinang. “Soal itu tergantung Lapas Cipinang. Persoalan ke depan tergantung kebijakan Lapas,” katanya.

Noor mengelak tudingan bahwa JPU salah dalam proses eksekusi Ahok,  Rabu (22/6), pukul 16.00 WIB.  “Salahnya apa? Tanya Lapas. Kami hanya laksanakan putusan untuk eksekusi.”

Sesuai vonis PN Jakut,  Selasa (9’6) Ahok divonis dua tahun.  Ahok dan JPU mengajukan banding,  namun saat akan berakhir masa banding,  mereka mencabut upaya hukum tersebut.  Perkara menjadi berkekuatan hukum tetap atau inkrah. (ahi/win)