Thursday, 23 November 2017

Tinjau Bandara Soekarno-Hatta, Menhub: Tak Ada Masalah Berarti

Jumat, 23 Juni 2017 — 11:56 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan Bandara Soekarno-Hatta menghadapi angkutan Lebaran 2017. (imam)

Menhub Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan Bandara Soekarno-Hatta menghadapi angkutan Lebaran 2017. (imam)

TANGERANG (Pos Kota) – ‎Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek kesiapan mudik lebaran 2017 di Bandara Soekarno-Hatta. Budi memastikan seluruh bandara di Indonesia tak menemui kendala baik teknis maupun saat pelaksanaannya.

“Tidak ada satu masalah yang berarti dalam beberapa hari ini, semua operasi berjalan normal,” kata Budi Karya, usai melakukan Video Confrence di Posko angkutan lebaran di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (23/6/2017).

Menurut Budi, ‎ pelaksanaan mudik melalui jasa penerbangan tahun ini sesuai harapan masyarakat, karena dikelola dan dikembangkan dengan konsep  yang baik oleh operator Bandara. Hal tersebut sesuai keinginan Presiden Joko Widodo.

“Secara prinsip saya dapat laporan dari AP II, ada konsep pengelolaan yang cukup dikembangkan secara  baik, jadi sesuai dengan harapan Pak Presiden. Kita harus mengelola Lebaran kali ini dengan baik,” ucap Budi.

Budi menjelaskan, ‎pengelola bandara sudah sangat inovatif dalam mengembangkan pelayanan kebandarudaraan sehingga mendukung aktivitas mudik masyarakat. Budi pun memberikan apresiasinya kepada 13 pengelola bandara saat menggelar video confrence.

Menurutnya kemajuan pengaturan mudik kali ini juga ditopang tiga inovasi yang menurut Budi, telah dilakukan PT. Angkasa Pura II untuk mengoptimalkan pelayanan kepada calon penumpang.

“Menurut saya sangat inovatif, pertama temen-teman dari Seokarno-Hatta dekat dengan Sosmed, ini jadi bagian dari sosialisasi  yang harus kita lakukan supaya masyarakat dengan cepat mengetahui,” ujarnya.

Kedua, adanya digitalisasi dalam pelayanan sehingga membuat proses-proses administrasi menjadi lebih cepat.  “Ketiga melakukan check in di luar dari daerah check in. Kita tahu di Terminal 1 itu sangat penuh, saya minta pada AP II melakukannya di Palembang dan Padang,” papar Budi. (Imam/win)