Monday, 21 August 2017

Jajal Apliaksi Baru, Menhub Naik Turun KRL hingga Kopaja

Senin, 26 Juni 2017 — 18:28 WIB
Menteri perhubungan, Budi Karya, menumpang Bus Transjakarta. (ikbal)

Menteri perhubungan, Budi Karya, menumpang Bus Transjakarta. (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menjajal aplikasi transportasi publik, Moovit. Budi menjajal tiga moda transportasi sekaligus yakni KRL Commuter Line, Kopaja dan Transjakarta. Budi mengawali perjalanan dengan KRL dari Stasiun Palmerah menuju Stasiun Kebayoran. Dalam gerbong, Budi sempat berbincang-bincang dengan pengguna KRL sekaligus mengenalkan aplikasi tersebut kepada masyarakat.

Budi kemudian melanjutkan perjalanan dari Stasiun Kebayoran menuju Terminal Blok M menggunakan kopaja. Setibanya di Blok M, Budi yang didampingi Direktur Moovit Indonesia, Teguh Trianung, melanjutkan perjalanan ke Kementrian Perhubungan di Jalan Merdeka Barat menggunakan Transjakarta. Di dalam bus Budi kembali berdialog dengan penumpang.

Budi menyambut baik dan mengapresiasi aplikasi Moovit di Indonesia. Menurutnya, dengan aplikasi Moovit, seseorang dapat merencanakan perjalanannya dengan baik meski harus berganti-ganti jenis transportasi.

“Kita sudah menunjukkan dengan moovit kita bisa merencanakan perhalanan dengan beberapa moda transportasi. Pada dasarnya moovit ini memberi solusi bagi kita. Dan pada dasarnya jenis angkutan kota yang ada di Jakarta ini cukup lengkap. Dari titik tertentu dengan titik tertentu sudah dihububgkan dengan baik,” kata Budi, Senin (26/6/2017).

Budi menambahkan aplikasi tersebut juga dapat dengan mudah dioperasikan oleh semeua orang. Budi berharap pemanfaatan aplikasi tersebut dapat membantu dan menggugah warga untuk menggunakan transportasi umum.

“Tinggal bagaimana secara cerdas kita menggunakannya. Tadi kita satu jam 20 menit, tadi saya temen-temen bisa nggak pake itu, ternyata bisa. Ini sistem yang baik, marilah kita gunakan sistem ini sebagai sarana membantu kita,” imbuh Budi.

Sementara itu, Teguh menjelaskan, aplikasi Moovit telah digunakan lebih di 1.000 kota di dunia dengan jumlah user mencapai 70 juta pengguna. Moovit juga telah memetakan rute perjalanan seluruh transportasi di Jakarta dalam dua tahun. Menurut Teguh, saat ini terdapat 612 rute perjalanan.

Lebih lanjut, teguh menerangkan, dalam aplikasi Moovit, pengguna juga dapat melakukan feedback kepada operator angkutan yang terintegrasi. Selain itu, Moovit juga dapat membaca rute perjalanan yang banyak digunakan.

“Dari pengguna, mereka juga bisa lakukan laporan ke operator, jadi mereka bisa feedback. Bahkan rute paling populer ada ratinngnya. Kami juga bisa beri laporan tentang indeks transportasi,” tutup Teguh. (ikbal/yp)