Tuesday, 20 August 2019

Diadukan ke Presiden Jokowi

GNPF: Ke Umat Islam Cepat, ke Seberang Toleransi Tinggi

Selasa, 27 Juni 2017 — 17:47 WIB
Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir (tengah) dalam keterangan pers di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (27/6/2017). (Ikbal)

Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir (tengah) dalam keterangan pers di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (27/6/2017). (Ikbal)

JAKARTA  (Pos Kota) – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mengadukan kepada Presiden Jokowi soal apa yang dirasakan sebagai diskriminasi terhadap umat Islam.

Hal tersebut disampaikan GNPF MUI  secara langsung kepada Presiden Joko Widodo saat pertemuan di Istana Merdeka, Minggu (25/6/2017).

(Baca: GNPF MUI: Kami Tidak Meminta Ketemu Presiden)

Dikatakan Bachtiar, dalam pertemuan khusus tersebut, pihaknya juga mengadukan perlakuan diskriminatif yang didapatkan umat Islam. Bachtiar merasa, proses hukum terhadap umat Islam yang disangka bersalah lebih cepat dari non muslim.

“Begitu juga kesan kalau umat  Islam lakukan kesalahan cepat  sekali prosesnya. Tangkap, penjarakan. Tapi kalau di seberang sana bukan di sini yang melakukan itu, toleransi begitu tinggi. Secara garis besar itu kontennya,” tandas Bachtiar.

Menurut Bachtiar, Presiden Joko Widodo tidak merasa hal tersebut terjadi. Karenanya dalam kesempatan pertemuan tersebut, pihaknya mencoba meyakinkan presiden bahwa sikap diskriminatif tersebut merupakan fakta.

“Kami sangat pahami bahwa pihak rezim tak merasa melakukan diskriminasi muslim dan non muslim. Itu nyatanya di sana, di Presiden. Kami datang untuk sampaikan bahwa memang faktanya ada. Itu yang ingin kami sampaikan dan mudah-mudahan Presiden mendengar itu,” pungkas Bachtiar. (ikbal/win)