Monday, 16 September 2019

Ini Besaran Gaji Presiden, Menteri, Gubernur BI, dan PNS DKI

Rabu, 28 Juni 2017 — 20:31 WIB
Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Djarot Saiful Hidayat yang baru dilantiknya sebagai Gubernur DKI Jakarta, di Istana Negara, Kamis (15/6) pagi.

Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Djarot Saiful Hidayat yang baru dilantiknya sebagai Gubernur DKI Jakarta, di Istana Negara, Kamis (15/6) pagi.

JAKARTA (Pos Kota) – Soal gaji besar bagi pejabat negara menjadi hal sensitif buat masyarakat luas. Seperti halnya saat ini, gaji Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla tiba-tiba diembuskan naik, Istana pun buru-buru memberi penjelasan.

Ternyata gaji Jokowi bukanlah yang tertinggi dibanding pejabat negara lainnya. Bahkan, gaji pejabat dan PNS di DKI Jakarta pun mencapai mendekati Rp100 juta. GUbernur Djarot Syiful Hidayat juga memiliki tunjangan besar, yakni Rp4 miliar lebih untuk setahunnya.

Berikut ini perbandingan gaji dan tunjangan untuk presiden dan wapres. Juga, para menteri, pejabat negara, Gubernur DKI, pejabat di DKI, dan lainnya.

Presiden gaji pokok Rp 30.240.00,- ditambah tunjangan Rp32.500.000,-, maka total menjadi Rp62.740.000,-. Untuk Wakil Presiden gaji pokok Rp20.160.000, dan tunjangan Rp 22.000.000. Total Rp42.160.000.

Gaji pokok presiden dan wapres itu didasarkan kepada Peraturan Pemerintah No. 75 Tahun 2000, gaji pokok tertinggi pejabat negara (Ketua DPR, MA, BPK) adalah sebesar Rp 5.040.000 per bulan.

Masih di tingkat kabinet, gaji menteri besarannya di bawah presiden dan wakil presiden, yakni Rp 5.040.000, tunjangan sebesar Rp13.608.000, keseluruhan Rp18.648.000.  Di luar anggaran operasional menteri sebesar Rp 120-150 juta per bulan.

Gaji untuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga tak beda jauh dengan menteri, sekitar Rp 18 jutaan.

Gaji Presiden tersebut ternyata kalah dibanding Gubernur Bank Indonesia (BI) yang saat ini dijabat Agus Martowardoyo. Gubernur BI menerima gaji di kisaran Rp 194 juta per bulan.

Gubernur dan PNS DKI

Untuk gaji Gubernur DKI Jakarta (gaji pokok dan tunjangan) sebesar Rp8,4 juta. Itu diatur berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 68 tahun 2001, gaji dari Kepala Daerah Tingkat satu atau Gubernur sebesar Rp 3 juta. Sementara untuk tunjangan jabatan yang diatur melalui Keppres No 59 tahun 2003, tunjangan jabatan seorang Gubernur sekitar Rp 5,4 juta. Artinya, total gaji yang diterima Gubernur DKI mencapai Rp 8,4 juta.

Sedangkan untuk gaji pokok Wakil Gubernur sekitar Rp 2,4 juta. Tunjangan untuk Wakil Gubernur hanya Rp 4,32 juta. Dengan demikian, total gaji yang diterima Wakil Gubernur setiap bulan sebesar Rp 6,72 juta.

Di luar itu, gubernur mendapatkan uang operasional. Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, menurut Sekda DKI Syaefullah, mendapat uang operasional yang besarannya didasarkan pendapatan asli daerah. Untuk kali ini Gubernur Djarot mendapatkan Rp4 miliar, ini untuk empat bulan (Juli-Oktober), berarti tiap bulan Rp1 miliar.

Adapun  di DKI untuk besaran take home pay, data para 2015, pejabat struktural tahun ini seperti Lurah yakni Rp 33.730.000, naik sekitar Rp 20 juta dari tahun lalu yang hanya Rp 13 juta. Dengan rincian gaji pokok Rp 2.082.000, tunjangan jabatan Rp 1.480.000, TKD Statis Rp 13.085.000, TKD Dinamis Rp 13.085.000, dan tunjangan transportasi Rp 4.000.000.

Kemudian, Camat Rp 44.284.000 juga naik sekitar Rp 20 juta dari tahun 2014. Dengan rincian gaji pokok Rp 3.064.000, tunjangan jabatan Rp 1.260.000, TKD Statis Rp 19.008.000, TKD Dinamis Rp 19.008.000, dan tunjangan transportasi Rp 6.500.000.

Para wali kota gaji pokok nya Rp 3.542.000, tunjangan jabatan Rp 3.250.000, TKD Statis Rp 29.925.000, TKD Dinamis Rp 29.925.000, dan tunjangan transportasi sebesar Rp 9.000.000. Sehingga total take home pay yang diterima Rp 75.642.000.

Sedangkan Kepala Biro Rp 70.367.000 dengan gaji pokok sebesar Rp 3.542.000, tunjangan jabatan Rp 2.025.000, TKD Statis Rp 27.900.000, TKD Dinamis Rp 27.900.000 dan tunjangan transportasi sebesar Rp 9.000.000.

Untuk Kepala Dinas Rp 75.642.000 dengan rincian gaji pokok Rp 3.542.000, tunjangan jabatan Rp 3.250.000, TKD Statis Rp 29.925.000, TKD Dinamis Rp 29.925.000 dan tunjangan transportasi sebesar Rp 9.000.000.

Sementara Kepala Badan mendapat Rp 78.702.000. Dengan rincian gaji pokok sebesar Rp 3.542.000, tunjangan jabatan Rp 3.250.000, TKD Statis Rp 31.455.000, TKD Dinamis Rp 31.455.000 dan tunjangan transportasi sebesar Rp 9.000.000.

Besaran take home pay yang diterima oleh Kepala Biro, Kepala Dinas, dan Kepala Badan jumlahnya meningkat Rp 30-40 juta dari tahun lalu.

Untuk jabatan pelayanan, besaran take home pay maksimal Rp 9.592.000 atau meningkat Rp 5 juta dari tahun sebelumnya. Jabatan operasional Rp 13.606.000 meningkat sekitar Rp 8 juta. Jabatan administrasi Rp 17.797.000 meningkat Rp 10 juta, dan jabatan teknis Rp 22.625.000 atau meningkat Rp 15 juta dari take home pay yang diterima pada tahun 2014. (win)