Saturday, 15 December 2018

Kecelakaan Menurun di Depok Selama Operasi Ramadniya

Senin, 3 Juli 2017 — 12:21 WIB
Kasat Lantas Kompol Sutomo mengecek papan pengamanan pos pelayanan di pintu tol cisalak 3 (Angga)

Kasat Lantas Kompol Sutomo mengecek papan pengamanan pos pelayanan di pintu tol cisalak 3 (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Selama operasi Ramadniya Jaya 2017, angka kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polresta Depok menurun.

Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo mengatakan selama hari ke 15 Operasi Ramadniya berjalan hanya  terdapat  dua laporan kecelakaan.

“Laporan masuk ada dua kecelakaan luka berat 2 orang, luka ringan empat orang, dengan jumlah kerugian materil mencapai Rp. 10.700.000,”ujarnya didampingi Kanit Laka Iptu Joko Irwanto kepada Poskota, Senin (3/6/2017) pagi.

Mantan kanit regident Polresta Depok mengungkapkan jika dibandingkan hasil operasi Ramadniya Jaya 2016 menurun. “Untuk data 2016 jumlah laporan kecelakaan ada 3 dengan jumlah luka berat 2 orang dan luka ringan satu orang, benda 4 kerugian mencapai Rp. 4,2 juta,”katanya.

Penurunan dalam angka kecelakaan selama operasi ini, lanjut Kasat, dikarenakan petugas di lapangan kerap memberikan imbauan dan sosialisasi keselamatan berlalulintas di jalan.

“Untuk   menekan angka kecelakaan, kita rutin memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga keselamatan dan tertib berlalulintas dijalan,”tambahnya.

Sementara itu mantan Kompol Sutomo menyebutkan untuk hasil tilang, tahun 2016 total tilang ada 358 sementara tahun 2017 ada 687. Sedangkan untuk teguran ditahun 2016 ada 453 dan Tahun 2017 ada 661.

“Rata-rata pelanggar masih didominasi oleh pengendara motor tingkat pelanggaran melawan arus dan tidak melengkapi standar berkendara seperti tidak menggunakan helm dan surat surat kendaraan tidak lengkap.

Titik rawan kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya  Bogor Km.37, Jalan Raya Cinere, Jalan Raya Ir. Juanda, dan Tol Jagorawi. “Rata-rata penyebab kecelakaan diakibatkan karena out of control atau lepas kendali,”tutupnya. (Angga/tri)