Tuesday, 18 September 2018

Pembantu Masih Mudik, Jasa Laundry pun Diserbu

Senin, 3 Juli 2017 — 16:44 WIB
Jasa laundry di Kembangan yang banyak order usai lebaran. (Tarta)

Jasa laundry di Kembangan yang banyak order usai lebaran. (Tarta)

JAKARTA (Pos Kota) – Idul Fitri membawa berkah tersendiri bagi pengusaha jasa laundry. Mereka kebanjiran order dari pelanggan yang ditinggal mudik pembantunya.

Di antaranya laundry Urban Laundry Mart di Pasar Puri Kembangan, Jakarta Barat. Sejak lebaran hari kedua, usaha jasa cuci gosok pakaian ini kebanjiran order dari warga. Hal ini, karena pembantu yang biasanya cuci gosok pakaian mudik lebaran. Akibatnya cucian menumpuk dan terpaksa dibawa ke laundry.

“Iya repot juga kalau nggak ada pembantu, cucian di rumah menumpuk. Mau cuci gosok sendiri, anak-anak nga ada yang ngawasin. Jadinya bawa ke laundry, biar praktis,” ujar Rudi (30), warga Puri Kembangan, Senin (3/7/2017).

Maria, pegawai Urban Laundry Mart, mengaku kewalahan melayani cucian warga usai lebaran. Setiap hari banyak warga yang mencucikan pakaiannya. “Benar-benar numpuk, lihat aja pakaian tumpukan pakaian yang dilaundry,” ucapnya.

Kalau dihitung-hitung tidak kurang dari 200 kilogram pakaian yang telah dilaundry sejak lebaran ke dua. Para pelanggan beralasan, pembantu atau asisten rumah tangganya tengah mudik pulang kampung, sehingga tidak ada yang mencuci pakaian.

“Kalau dibanding hari biasa, sangat jauh peningkatan ordernya,” kata Maria.

Menurutnya, untuk jasa laundry ditempatnya minimal 5 kilogram dengan harga Rp50 ribu. Namun, kalau pelanggan ingin mencuci langsung kering (dry clean), tarifnya dihitung satuan dan tergantung dari jenis pakaiannya.

“Kalau jasa cuci kering langsung, tarifnya berbeda-beda. Tergantung dari pakaiannya. Karena pakai alat khusus,” jelas Maria. (tarta/yp)