Thursday, 22 August 2019

Kondisi Dua Anggota Brimob Korban Tikam Mulai Membaik

Selasa, 4 Juli 2017 — 13:47 WIB
Suasana di sekitar kejadian penikaman anggota polisi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/6). Dua anggota Brimob menjadi korban penikaman di Masjid Falatehan, Lapangan Bhayangkara Mabes Polri sementara pelaku yang berusaha melarikan diri berhasil dilumpuhkan petugas.(toga)

Suasana di sekitar kejadian penikaman anggota polisi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/6). Dua anggota Brimob menjadi korban penikaman di Masjid Falatehan, Lapangan Bhayangkara Mabes Polri sementara pelaku yang berusaha melarikan diri berhasil dilumpuhkan petugas.(toga)

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa dua anggota Brimob yang menjadi korban penikaman seorang pria bernama Mulyadi saat ini kondisinya sudah mulai membaik.

“Yang jelas korban dalam kondisi membaik dan dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Kemarin sudah dijenguk Kapolri dan Kapolda dan sudah sadar,” kata Argo kepada awak media di halaman gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Selasa, (4/7/2017).

Meskipun sudah mulai sadar dan membaik, mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu mengatakan bahwa dua anggota Brimob yakni AKP Dede Suharno dan Briptu Norman Syaiful Bakhtiar masih terus menjalani pemulihan dan akan mendapatkan perawatan kusus untuk memulihkan traumanya akibat penikaman tersebut.

“Artinya sekarang dalam pemulihan. Kita juga memberikan motivasi jangan sampai ada perasaaan traumatis dan tetap semangat,” pungkas Argo.

(Baca: Kondisi Dua Brimob Korban Tikam di Masjid Kian Membaik)

Diberitakan sebelumnya, dua anggota Brimob bernama AKP Dede Suharno dan Briptu Norman Syaiful Bakhtiar, ditikam Mulyadi selesai melaksanakan shalat Isya di Masjid Falatehan samping lapangan Mabes Polri pada Jumat, 30 Juni 2017. Dirasa membahakan masyarakat, akhirnya Mulyadi ditembak mati dengan timah panah menembus kepalanya kemudian jasadnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

(yendhi/sir)