Saturday, 25 November 2017

Polisi Pastikan Kaesang Yang Dilaporkan Putera Jokowi

Rabu, 5 Juli 2017 — 16:01 WIB
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.(yendhi)

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.(yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) –  Polisi pastikan Kaesang yang dilaporkan oleh Muhammad Hidayat S di Mapolres Metro Bekasi Kota adalah putra bungsu Presiden RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep. Ia dilaporkan atas tuduhan penodaan agama dan ujaran kebencian (hate speech) dengan menyebut ‘ndeso’ dalam video yang diunggah dalam akun Youtube.

Hal tersebut dikatakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Rabu, (5/7/2017).

“Ya, namanya Kaesang. Memang anaknya (anak Jokowi-Red),” kata Argo saat ditanya apakah Kaesang yang dilaporkan itu adalah putra Jokowi.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini mengatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap Kaesang Pangarep guna melakukan klarifikasi terkait rekaman video yang dia vlog di akun Youtube. Ia juga sampaikan akan memanggil pelapor untuk mengetahui unsur pidana yang dituduhkan.

(BacaPolres Metro Bekasi Akan Panggil Kaesang Untuk Klarifikasi)

“Tentunya kita mintai keterangan dulu kepada pelapor, laporannya seperti apa,” tuturnya.

“Ya pasti, nggak mungkin enggak,” lanjut Argo terkait pemanggilan Kaesang Pangarep.

Ia pun tidak menjelaskan siapa yang akan dilakukan pemanggilan terlebih dahulu apakah pelapor atau terlapor, menurutnya semua itu adalah wewenang penyidik yang akan mengatur jadwal. Pihaknya juga akan melakukan gelar perkara dan memeriksa sejumlah saksi dan ahli untuk mencari unsur pidana kasus tersebut. “Ya kalau tidak ada unsur pidana, ya kita tutup,” pungkas Argo.

Dari data yang di terima poskotanews.com, laporan dibuat Muhammad Hidayat S pada Minggu 2 Juli 2017, Pukul 21.00 WIB di Polres Metro Bekasi Kota dengan Nomor Polisi LP/1049/K/VII/2017. Dalam laporan tersebut mencantumkan nama Kaesang sebagai terlapor atas tuduhan Penodaan Agama dan Ujaran Kebencian SARA. Barang bukti yang disertakan pelapor berupa print out youtube.

Salah satu kalimat yang dianggap menyebarkan kebencian yakni: “mengadu-adu domba dan mengkafir-kafirkan, tak mau mensalatkan, padahal sesama muslim karena perbedaan dalam memilih pemimpin, apaan coba, dasar ndeso.” (Yendhi/tri)