Wednesday, 21 November 2018

BULU TANGKIS

Kamis, 6 Juli 2017 — 6:45 WIB

Oleh H. Harmoko

DI tengah paceklik prestasi bulu tangkis, kemenangan pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir pada BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017, beberapa waktu lalu, sungguh menghibur kita semua. Saatnya bulu tangkis Indonesia bangkit dari kelesuan prestasinya.

Pasangan ganda campuran itu mengalahkan pasangan peringkat satu dunia asal Cina, Zheng Siwei dan Chen Qingchen. Tidak ada gegap gempita untuk menyambut kemenangan itu, memang. Maklum, di tengah paceklik prestasi, banyak orang sepertinya memang sudah tidak lagi bergairah menyaksikan pertandingan bulu tangkis.

Kita merindukan masa-masa ketika atlet bulu tangkis Indonesia mendominasi setiap kejuaraan. Ini menjadi tantangan pengurus PBSI periode 2016-2020. Untuk urusan bina prestasi ada nama Susy Susanti, urusan pelatnas ada Lius Pongoh, dua nama yang tidak diragukan lagi prestasinya dalam kancah perbulutangkisan dunia.

Bidang bina prestasi itu di bawah koordinasi Alex Tirta selaku Wakil Ketua Umum I PBSI, pemilik klub PB Exist Jakarta. Nama Alex juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Ketika menjadi Ketua Umum Pengprov PBSI DKI, Alex tidak hanya membina pemain namun juga aktif menggelar turnamen dan melakukan kerjasama dengan luar negeri.
Alex serius menjalankan program pembinaan secara berjenjang dan berkesinambungan.
Dia melakukan kerja sama dengan Korean Badminton Association dan dua klub bulutangkis terbesar Thailand, Bhantongyord dan Granular. Klub Bhantongyord telah melahirkan juara Indonesia Open 2015, Ratchanok Intanon dan pemain junior terbaik Thailand, Pattarasuda dan Kunlavuit.

Dengan potensi seperti itu, seluruh rakyat Indonesia menaruh harapan besar demi kebangkitan prestasi bulu tangkis Indonesia. Dengan prestasi bulu tangkis, nama baik bangsa dan negara pun terangkat di mata dunia.

Ketika para atlet bulu tangkis kita merajai setiap turnamen bergengsi, nama bangsa Indonesia pun harum di mata dunia. Secara tidak langsung, para atlet kita pun menjadi duta bangsa. Ini wajib dibina secara terus-menerus. Pemerintah mulai dari tingkat daerah hingga pusat harus semakin mengintensifkan pembinaan, dengan memberi dukungan kepada PBSI.

Dengan begitu, dua hal bisa sekaligus tergarap. Pertama, bagi pemerintah, keberhasilan suatu cabang olah raga dapat menjadi alat untuk membangun citra positif mengenai suatu rezim. Kedua, bagi cabang olah raga itu sendiri, dapat tercipta bibit-bibit atlet berprestasi.

Ayo, para atlet bulu tangkis Indonesia, seluruh rakyat negeri ini merindukan prestasimu. Harumkan bangsamu. Selamat berjuang. ( * )