Sunday, 18 November 2018

Di Turki, Jokowi Kunjungi Masjid Kotacepe

Kamis, 6 Juli 2017 — 19:06 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menjelaskan agenda Presiden Jokowi dalam kunjungan ke  Turki. (ist)

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menjelaskan agenda Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Turki. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi dijadwalkan bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dihari kedua kunjungannya di Ankara, Turki, Kamis, (6/7)

Namun sebelumnya, Jokowi juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Kotacepe di pusat kota Ankara dan bertemu dengan ulama setempat.

Agenda pertama Jokowi akan dimulai dengan kunjungan ke Mausoleum Attaturk (Anitkabir) yang merupakan makam Mustafa Kemal Ataturk, tokoh pendiri dan Presiden pertama Republik Turki. Di sana Jokowi meletakkan karangan bunga yang merupakan salah satu acara rangkaian kunjungan kenegaraan di Turki.

Setelah dari Anitkabir, Presiden kemudian akan menuju Mesjid Kotacepe, mesjid terbesar di Ankara untuk bersilaturahmi dengan ulama dan tokoh muslim Turki dan juga masyarakat Indonesia yang berada di Turki. Pada siang harinya, Presiden Jokowi dan rombongan kemudian akan menuju Istana Kepresidenan Republik Turki untuk bertemu Presiden Erdogan.

“Acara resmi akan mulai dengan penyambutan kenegaraan oleh Presiden Turki kemudian dilanjutkan pertemuan yang sifatnya lebih terbatas yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral secara lebih luas,” ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di lobby hotel tempat Presiden menginap, Rabu (5/7) waktu setempat.

Menurut Retno, Jokowi dan Erdogan akan menandatangani sejumlah kesepahaman antara lain di bidang perdagangan dan kesehatan. “Penandatanganan nota kesepahaman ada dua, yang pertama kerja sama di bidang kesehatan dan kedua peluncuran negosiasi Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement atau kita singkat IT-CEPA,” kata Retno dalam siaran pers Biro Pers Kepresidenan.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi antara lain Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala BNPT Suhardi Alius.(Johara,)