Thursday, 27 July 2017

Arogansi Bukan Budaya Kita

Jumat, 7 Juli 2017 — 4:42 WIB

AKSI penganiayaan yang dilakukan seorang istri jenderal terhadap wanita petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Sam Ratulangi, Menado, bikin gempar. Si wanita menampar ‘polwan’ bandara karena tak senang diminta mencopot jam tangan saat melewati Gate X-ray atau pemeriksaan X-ray.

Sepele tampaknya ketika petugas mengingatkan calon penumpang agar mengulangi pemeriksaan bila mesin walk through metal detector berbunyi. Padahal ini bukan masalah sepele, karena menyangkut keselamatan penerbangan bila ada penumpang yang membawa benda berbahaya.

Insiden ‘tampar’ ini mendadak menjadi viral dan rekaman videonya menjadi konsumsi jutaan penduduk Indonesia, bahkan bukan tidak mungkin ditonton juga oleh warga di negara lain karena sangat cepat beredar di media sosial (medsos). Sikap arogan tersebut memang sangat tidak pantas, terlebih oleh istri jenderal. Bahkan Menteri Perhubungan Budi Karya pun ikut bereaksi.

Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa tersebut. Pertama, calon penumpang pesawat harus paham bahwa naik transportasi apa pun, baik darat, laut maupun udara ada aturan yang harus dipatuhi. Sesuai Skep Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub nomor 2765/XII/2010 dicantumkan bahwa jaket/mantel, ikat pinggang mengandung logam, dan jam tangan wajib dilepas saat melewati X-ray. Ini harus disosialisasikan, supaya penumpang tidak gagal paham.

Kedua, menyangkut sikap dan tindak tanduk. Sebagai istri pejabat, wajib menjaga etika. Keluarga pejabat punya konsekuensi menjadi sorotan publik dan harus jadi panutan karena dianggap lebih tinggi ‘kelasnya’ dibanding rakyat kebanyakan. Bukan malah sebaliknya, minta diistimewakan.

Ketiga, petugas di mana pun ditempatkan, juga harus tetap menjunjung tinggi sopan santun dan dituntut sabar menghadapi warga berbeda karakter. Ramah bukan berarti tidak tegas.

Ingat! Di mana pun berada, sekecil apa pun tindak-tanduk kita tidak akan lolos dari pengawasan publik. Kontrol sosial masyarakat sangat ketat. CCTV kini tersebar di area publik, dan hampir semua orang kini menggenggam kamera telepon. Dan yang terpenting, arogansi bukan budaya kita. Bangsa kita dikenal sebagai bangsa yang ramah dan santun kepada siapa pun. **