Saturday, 25 November 2017

Buat 60 Laporan, Ini Kata Polisi Soal Modus Pelapor Kaesang

Jumat, 7 Juli 2017 — 19:15 WIB
Muhammad Hidayat S, 53, pelapor Kaesang, di Polrestro Bekasi. (saban)

Muhammad Hidayat S, 53, pelapor Kaesang, di Polrestro Bekasi. (saban)

JAKARTA (Pos Kota) – Pelapor putra Presiden Jokowi, Muhammad Hidayat, sudah 60 kali membuat laporkan polisi. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, mengungkap modus di balik banyaknya laporan itu.

Catatan polisi, terhitung Januari sampai Juni 2017 ada sekitar 60 laporan yang dibuatnya. Termasuk laporan terhadap Kaesang Pangarep, bungsu dari tiga anak Jokowi, yang dilaporkan melakukan ujaran kebencian melalui video blog (vlog) yang diuanggah di akun pribadinya di YouTube.

“Ada 60 laporan yang dibuatnya. Rata-rata melaporkan pejabat di Bekasi,” ujarnya di Mabes Polri, Jumat (7/7/2017).

Menurutnya, laporan itu dibuat untuk membuat takut orang yang dilaporkannya. Modus ini diketahui dari keterangan pihak yang dilaporkan Hidayat.

“Saya dapat laporan dari beberapa lembaga yang bersangkutan itu, modusnya ya seperti itu. Misalnya lembaga dilaporkan, kemudian dikasuh tahu, ‘Saya sudah lapor loh, sudah lapor polisi’. Yang dilaporkan takut nih,” ungkapnya.

(Baca: Pelapor Kaesang Kesal dengan Wakapolri)

Setiap membuat laporan, sambungnya, polisi akan menanyakan saksi atas hal yang dilaporkannya. “Yang lucu ketika ditanya saksinya siapa, ‘Saksinya istri saya’. Jadi setiap melihat di internet istrinya dipanggil, ‘ini bisa dilaporkan ni’” kata Setyo.

Ia mengatakan dari 50 laporan Hidayat, kebanyakan tak ditindaklanjuti karena tak memenuhi unsur pidana. Kredibilitas pelapor juga dipertanyakan karena berstatus sebagai tersangka.

“Pertimbangannya juga melihat yang melapor. Kalau mungkin yang melapor kredibilitasnya meyakinkan, ternyata yang melapor statusnya tersangka dan sekarang masih dalam penangguhan,” katanya.

Selain Kaesang, Hidayat juga sebelumnya melaporkan Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto terkait Police Movie Fertival. (*/yp)