Wednesday, 21 November 2018

Jokowi dan PM Spanyol Singgung Kampanye Negatif Sawit RI

Sabtu, 8 Juli 2017 — 11:51 WIB
Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Spanyol di Hamburg, Jerman (setkab)

Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Spanyol di Hamburg, Jerman (setkab)

JAKARTA (Pos Kota) – Di sela acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Presiden Jokowi bertemu dengan  Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy Brey, Jumat (7/7) waktu setempat.

Pertemuan  berlangsung di Ruang Pertemuan Bilateral Hamburg  “Messe Und Congress”. Materi yang dibahas kedua Kepala Pemerintahan tersebut yakni, nilai transaksi  perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Spanyol yang sedang mengalami trend penurunan selama lima tahun terakhir.

“Saya ingin tekankan pentingnya mengupayakan agar trend negatif nilai perdagangan dalam lima tahun terakhir yang menurun 5,76 persen tiap tahunnya dapat ditingkatkan,” kata Presiden Jokowi saat memulai pertemuan.

Dalam siaran pers  Presiden Jokowi mengatakan, dengan adanya kesepakatan Indonesia “EU _Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA)”  nantinya akan meningkatkan perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa, termasuk dengan Spanyol.

Isu produk kelapa sawit Indonesia yang mengalami kampanye negatif di pasar Eropa juga disinggung Presiden Jokowi dalam pertemuan itu. Presiden berharap Spanyol dapat memberlakukan produk kelapa sawit Indonesia secara adil.

Selain itu,  dalam pertemuan tersebut,  Jokowi  juga menyinggung kerja sama standarisasi kayu dan produk kayu Indonesia melalui FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance and Trade),  atau Penegakan Hukum, Tata Kelola dan Perdagangan Bidang Kehutanan yang telah diberlakukan.

“Saya juga berharap, Spanyol dapat mendukung upaya Indonesia agar model kerja sama standarisasi kayu dan produk kayu melalui FLEGT dapat juga dibuat untuk sawit,” ucap Presiden.

Di akhir pertemuan, PM Spanyol mengulangi kembali dukungan Spanyol terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB  2019-2020.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Duta Besar Indonesia untuk Jerman Fauzi Bowo dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana. (Johara/win)