Wednesday, 19 September 2018

Ratusan Penerbangan di Bandara Seokarno-Hatta Alami Delay

Sabtu, 8 Juli 2017 — 19:28 WIB
Suasana di Terminal I Bandara Soekarno-Hatta. (imam)

Suasana di Terminal I Bandara Soekarno-Hatta. (imam)

JAKARTA (Pos Kota) – Ratusan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sejak hari Jumat hingga Sabtu mengalami delay atau keterlambatan dari jadwal akibat adanya gangguan teknis.

Didiet K. S. Radityo, Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia menyebutkan terkait adanya gangguan teknis tersebut menyebabkan tambahan antrian di ruang udara dan keadaan traffic yang cukup padat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang sejak Jumat lalu (7/7).

“Kami Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan,” tutur Didiet Sabtu (8/7).

Diakuinya akibat kejadian itu ada antrian pesawat terbang baik yang akan landing maupun take-off di Bandara Soekarno-Hatta.

Antrian tersebut menurut Didiet, terjadi akibat dua hal, yakni Automatic Rostering System Personil dan peningkatan traffic yang terjadi pada peak hour sekitar pukul 08.00 UTC atau 15.00 WIB.

“Karena pertimbangan keselamatan dan beban pemanduan pada setiap controller maka selama dua jam yaitu pukul 07.00 UTC s/d 09.00 UTC (14.00 WIB – 16.00 WIB) dilakukan penambahan separasi antar pesawat yang berdampak kepada pengurangan kapasitas airport dalam menampung pergerakan,” paparnya.

Pada waktu yang bersamaan traffic di Bandara Soekarno-Hatta baik di runway, apron maupun udara cukup padat.

Lebih teknis Didiet menjelaskan runway yang dipergunakan adalah RWY 07, di mana jumlah yang queing (holding) di runway tersebut dibatasi sampai dengan enam pesawat, lebih dari itu akan menyebabkan tertutupnya WC1 dan WC2.

Selain pergerakan untuk take-off dan landing, pergerakan di apron juga terjadi sangat padat, yaitu pergerakan dari terminal ke hanggar sehingga berpengaruh pada line-up untuk taxiing. Hal ini yang menyebabkan adanya waktu tunggu lebih yang menyebabkan delay dari jadwal normal yang seharusnya.

“AirNav Indonesia segera melakukan langkah-langkah korektif untuk menangani kendala-kendala tersebut. Salah satunya adalah dengan percepatan proses take-off/landing melalui prosedur Pre-Departure Clearance (PDC) untuk pesawat yang akan take-off dari Bandara Soekarno-Hatta,” papar Didiet.

Hal lain yang dilakukan yakni memulihkan Automatic Rostering System sehingga beban kerja pemanduan dapat terbagi secara merata kepada setiap controller.

Menurutnya kedua langkah tersebut terbukti mampu menyelesaikan permasalah delay yang terjadi kemarin.

Kondisi di Bandara Soekarno-Hatta terpantau berangsur normal kembali pada jam 11.35 UTC (18.35 WIB), yang ditandai dengan tidak adanya queuing/holding baik di udara maupun runway.

Kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi AirNav Indonesia agar permasalahan antrian semacam ini tidak kembali terjadi di masa depan. (dwi)