Tuesday, 12 December 2017

1.095 Pendatang Baru Didata Untuk Pembinaan Kependudukan

Minggu, 9 Juli 2017 — 18:00 WIB
Petugas Sudin Dukcapil Jaksel mendata pendatang baru di RT 07/03 Kelurahan Pondok Labu, Cilandak. (Rachmi)

Petugas Sudin Dukcapil Jaksel mendata pendatang baru di RT 07/03 Kelurahan Pondok Labu, Cilandak. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 1.095 pendatang daerah didata untuk pembinaan kependudukan (Biduk) pada 25 Juli mendatang. Ribuan pendatang baru ini terjaring dalam operasi yang dilaksanakan petugas gabungan  dikantong-kantong pendatang baru di 65 kelurahan.

“Pak, saya salah apa? Saya ke Jakarta kan mau nyari kerja,” ujar Aldi, 28, asal Pemalang yang ngekost di kawasan Pondok Labu kepada petugas gabungan yang menyisir kawasan tersebut.

Saat diminta memperlihatkan identitas diri, lulusan PTS di Pemalang ini menyodorkan KTP daerah. Ia mengaku baru seminggu ngekost di Pondok Labu, sehingga tidak paham akan aturan kependudukan di Jakarta.

Kepala Sudin Dukcapil Jaksel, Abdul Haris menjelaskan pihaknya sementara ini terbatas untuk mendata para pendatang baru di Jaksel. Dari perkiraan sekitar 70 ribu pendatang di DKI Jakarta, 16 ribu pendatang menyerbu Jaksel.

“Kami terus menginventarisir pendatang baru Jaksel yang difokuskan antara lain di rumah kontrakan dan rumah kost. Kini baru terdata 1.095.pendatang,” kata Abdul Haris, Minggu (9/7).

Para pendatang baru itu pada 25 Juli akan disweeping melalui pembinaan kependudukan (biduk). Bagi yang ingin menetap di Jakarta, petugas akan menjelaskan tata cara dan pembuatan KTP di Jakarta. Sedangkan yang lainnya akan diarahkan untuk mengurus surat keterangan domisili sementara (SKDS).

Pada saat bersamaan, Sudin Dukcapil Jaksel juga menggelar pelayanan mobile e-KTP serta pendistribusian fisik KTP el di 65 kelurahan. Ratusan warga dilayani untuk rekam data e-KTP dan berbagai layanan kependudukan lainnya.

“Baru-baru ini kami mendistribusikan 759 e- KTP dan mencetak 1.220 KTP el untuk didistribusikan ke warga di 65 kelurahan,” imbuhnya. (Rachmi)