Wednesday, 19 September 2018

Agar Dikelola BPJS Ketenagakerjaan

Kemenaker Matangkan Proses Transformasi Asuransi TKI

Selasa, 11 Juli 2017 — 17:29 WIB
Menaker Hanif Dhakiri.(Ist)

Menaker Hanif Dhakiri.(Ist)

Jakarta (Pos Kota) – Kementerian Ketenagakerjaan terus matangkan proses transformasi asuransi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari konsorsium asuransi TKI ke BPJS Ketenagakerjaan. Diharapkan, transformasi ini mampu meningkatkan perlindungan dan jaminan sosial bagi TKI yang bekerja di luar negeri.

“Memang kita sedang transformasikan asuransi itu ke skema jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Ini sedang terus dimatangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, dan seluruh kementerian lembaga terkait dan juga stake holder untuk mendapatkan formulasi terbaik perlindungan bagi para TKI kita,” kata Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri usai mengikuti Halal Bi Halal Keluarga Besar BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta pada Hari Selasa (11/7/2017).

Menaker menjelaskan beberapa alasan transformasi ini. Pertama, BPJS Ketenagakerjaan adalah badan negara yang mendapatkan mandar untuk melaksanakan universal coverage jaminan sosial. “Jadi seluruh, bukan hanya pekerja, tapi seluruh warga,” kata Menaker. “

Hal ini, lanjutnya,  sesuai  rekomendasi KPK yang menyarankan  agar skema asuransi TKI dikelola BPJS dengan skema single risk management. “Kemudian kita melakukan kajian untuk kemungkinan bisa diselenggarakan jaminan sosial untuk para TKI kita ini.”

Pemerintah juga terus mendorong BPJS Ketenagakerjaan agar program-programnya bisa memberikan manfaat lebih optimal kepada masyarakat. Baik dari segi perluasan kepesertaan yang saat ini terus dikembangkan untuk  pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), maupun dari aspek inovasi manfaat program jaminan sosial itu sendiri.

“Kita juga dorong manfaat program itu bisa diperbanyak. Kemarin sudah kita kembangkan ada program return to work misalnya,” urai Menaker.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto juga menyatakan komitmennya untuk bersama-sama dengan seluruh stakeholder dalam memajukan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan adanya kerja sama yang kuat antar stakeholder, ia yakin BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan manfaat yang optimal kepada pekerja, dunia industri, dan perekonomian nasional.

“Kami harapkan bisa bekerja sama dengan bapak ibu sekalian agar  memberikan makna yang lebih optimal bagi pembangunan ekonomi kita, kepada industri kita masing-masing, dan khususnya kepada masyarakat pekerja Indonesia,” ujarnya.(Tri)