Tuesday, 25 July 2017

Perjaka Yang Laris Manis Sekali Menikah Dua Gadis

Selasa, 11 Juli 2017 — 7:20 WIB
kawin

ENTAH punya ilmu apa Sentun, 22, dari NTB ini. Ibarat kata kencing saja belum lempeng, sudah berani menikahi 2 gadis sekaligus, yakni si Maryam, 22, dan Halima 20. Mereka sama-sama ridla dimadu, sehingga Sentun pun dijamin bakal gempor, tapi makin bersih tubuhnya, karena kebanyakan mandi wajib.

Meski dalam Islam dibolehkan berbini 4, tapi kebanyakan orang memilih berbini satu saja. Sebab kemampuan onderdil harus didukung oleh kesiapan meteril. Bila ekonomi pas-pasan, tapi ngotot alkhotot berpoligami, dijamin ribut melulu karena dua bini saling mengiri, Sebab perempuan cap apapun pasti menuntut jaminan seimbang antara bonggol dan benggol.

Dalam usia terlalu muda, Bilelando Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, beberapa hari lalu menikahi dua gadis sekaligus. Tanggal 26 Juni menikahi Maryam, tanggal 27 berikutnya menikahi Halima. Ketika keluarga bertanya mengapa kecil-kecil sudah berani poligami, jawabnya enteng saja, “Aku tidak mau menyakiti hati di antara keduanya.”

Maka pada Lebaran 1438 H kemarin itu, Sentun merupakan lelaki paling bahagia se Indonesia. Dalam suasana Lebaran, dia justru harus buka ranjang lebar-lebar untuk memberikan nafkah batin kedua istrinya. Apakah kedua bini itu dikumpulkan dalam satu ranjang? Wah, ini yang belum ada informasinya. Tapi jika keduanya sama-sama ridla, kemungkinan bisa saja, atau paling tidak aplusan!

Kenapa Sentun demikian laris manis? Pertimbangan Maryam dan Halima adalah, kekasihnya itu tampan, pinter ngomong, santun, dan …..seiman. Soal nantinya rumah tangga berantakan gara-gara faktor ekonomi, jangan dipikirkan sekarang. Sebab baik Maryam dan Halima selalu optmis, karena raja poligami Puspo Wardoyo selalu mengatakan: “Banyak istri banyak rejeki.”

Jika Sentun ini konglomerat, koleksi bini sampai 4 sekaligus juga mampu. Tapi Sentun ini apa? Untuk bayar mahar saja ada yang diutang. Maryam misalnya, minta mahar Rp 500.000,- dan emas 50 gram, semuanya diutang dengan bunga nol persen. Hanya Halima yang dibayar tunai, karena dia hanya minta mahar Rp 500.000,- dan emas 5 gram.

Jika pinjam istilah orang Surabaya, jelas Sentun ini pengantin bonek (bondo nekad). Dana terbatas, berani kasih makan anak orang. Pemahaman soal keadilan bagi istri-istrinya dia mengaku juga belum tahu, karena baru pertama kali menikah. Tapi katanya, akan bahagia istrinya dan akan maju rumahtangganya, asal ada keberpihakan.

Soal keberpihakan Sentun kepada kedua istrinya, belum bisa dibuktikan, karena baru start. Yang jelas dia berterus terang bahwa kejujuran adalah modal utama untuk menggaet dua istri sekaligus. Kepada Maryam dia mengaku apa adanya bahwa sudah punya pacar Halima. Begitu pula pada Halima, dia juga mengaku sudah punya pacar Maryam. “Tapi jika kalian mau saya poligami, ini namanya rumahtangga plus,” kata Sentun yang ternyata diamini dua kekasihnya.

Tak mau menyakiti keduanya, tapi bisa menikmati keduanya. Asyik. (JPNN/Gunarso TS)