Saturday, 17 November 2018

Produksi Lampaui 1,2 Juta Unit, Otomotif Nasional Perkuat Posisi di ASEAN

Selasa, 11 Juli 2017 — 18:10 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berfoto bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Provinsi Guang Xi Lan Tianli, serta Chairman SAIC saat Peresmian PT. SGMW Motor Indonesia di Kawasan Industri GIIC Deltamas, Cikarang, Bekasi, Selasa (11/7/2017).(Ist)

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berfoto bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Provinsi Guang Xi Lan Tianli, serta Chairman SAIC saat Peresmian PT. SGMW Motor Indonesia di Kawasan Industri GIIC Deltamas, Cikarang, Bekasi, Selasa (11/7/2017).(Ist)

JAKARTA (Pos Kota) –  Kapasitas produksi kendaraan roda empat akan mencapai lebih dari 1,2 juta unit pada tahun 2017 atau naik dibandingkan produksi  tahun lalu sebanyak 1,1 juta unit. Industri otomotif diminta perluas pasar ekspor.

“Capaian tersebut diharapkan semakin mendongkrak kontribusi sektor industri otomotif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan industri otomotif di ASEAN, setelah Thailand ,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Peresmian Pabrik PT. SGMW Motor Indonesia di Kawasan Industri GIIC Deltamas, Cikarang, Bekasi, Selasa (11/7/2017).

Peresmian pabrik ini dilakukan secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menperin, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Provinsi Guang Xi Lan Tianli, serta Chairman SAIC dan SGMW Chen Hong.

Airlangga menjelaskan, dari jumlah produksi 1,1 juta unit pada tahun lalu, sekitar 200 ribu unit mobil diekspor  dan selebihnya diserap pasar dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah meminta industri otomotif nasional terus agresif memperluas pasar ekspor

“Pemerintah menargetkan produksi otomotif bisa menembus 2,5 juta unit pada tahun 2020 untuk bersaing di kancah global,” ungkapnya.

Selain itu, Airlangga meyakini, struktur industri otomotif nasional akan semakin berkembang, lantaran didukung peta jalan industri baja dengan target kapasitas mencapai 10 juta ton pada tahun 2025.

Industri otomotif di Indonesia, lanjutnya, diharapkan  dapat menyerap lebih banyak bahan baku dari dalam negeri. “Ketersediaan bahan baku untuk industri otomotif, khususnya baja, resin, karet sintetis, dan aluminium diharapkan bisa dipenuhi dari dalam negeri pada tahun 2019,” imbuhnya.

Kementerian Perindustrian mencatat, tahun 2016, kontribusi subsektor industri alat angkutan (termasuk di dalamnya industri otomotif) terhadap PDB sektor industri non migas mencapai 10,47 persen atau terbesar ketiga setelah subsektor industri makanan dan minuman sebesar 32,84 persen serta subsektor industri barang logam, komputer, elektronik, optik, dan peralatan listrik sebesar 10,71 persen.

Airlangga optimistis, kinerja industri otomotif di dalam negeri tahun ini mampu tumbuh lebih baik seiring potensi pasar produk di Indonesia dan pertumbuhan ekonomi nasional yang positif. Juga karena  pulihnya perekonomian global serta berjalannya reformasi struktural di dalam negeri secara komprehensif.

“Kondisi ini akan mampu mendorong investasi di sektor industri otomotif lebih banyak lagi masuk ke Indonesia. Tidak hanya di tingkat industri perakitan, namun juga industri komponen dan industri bahan baku, sehingga kemandirian industri otomotif nasional dapat tercapai,” paparnya.(Tri)