Tuesday, 20 November 2018

Cina Dirikan Pangkalan Militer Pertama di Luar Negeri

Kamis, 13 Juli 2017 — 0:28 WIB
Kapal Angkatan Laut Cina pernah berlabuh di Djibouti sebelumnya, satu kapal berlabuh pada 2015.

Kapal Angkatan Laut Cina pernah berlabuh di Djibouti sebelumnya, satu kapal berlabuh pada 2015.

CINA- Kapal-kapal yang mengangkut tentara Cina tengah berlayar ke Djibouti di Tanduk Afrika untuk mendirikan pangkalan militer pertama Cina di luar negeri.

Kapal-kapal tersebut bertolak dari kota Zhanjiang, Provinsi Guangdong, pada Selasa (11/07), lapor kantor berita resmi Xinhua.

Xinhua tidak merinci jumlah kapal atau jumlah tentara yang dikirim ke Djibouti. Tidak disebutkan pula kapan pangkalan militer tersebut akan dioperasikan.

Pihak berwenang Cina mengatakan pangkalan militer yang akan berfungsi sebagai pangkalan pendukung itu akan digunakan untuk kepentingan penjaga perdamaian dan bantuan kemanusiaan di kawasan Afrika dan Asia Barat.

Investasi di Afrika

Ditambahkan pangkalan juga akan digunakan untuk kerja sama militer, latihan angkatan laut dan misi penyelematan.

Selama tahun-tahun terakhir, Cina telah menggenjot investasi di Afrika dan sekaligus meremajakan militernya.

Pangkalan militer Cina di Djibouti dilaporkan disepakati setelah diadakan “perundingan yang bersahabat” antara kedua negara. Laporan-laporan sebelumnya menyebutkan pembangunan pangkalan dimulai tahun lalu.

Pangkalan ini dinilai sebagai langkah Cina untuk meningkatkan kehadirannya di Afrika.

Pembangunan pangkalan militer di Djibouti membuat India khawatir akan peningkatan pengaruh Cina di kawasan Samudra Hindia.

Djibouti, negara kecil di Tanduk Afrika, dipilih karena lokasinya terletak di dekat rute pelayaran yang sibuk. Negara itu juga dianggap sebagai negara yang stabil di kawasan yang pada umumnya bergolak.

Pada 2015, dalam KTT negara-negara Afrika, Cina berjanji akan mengucurkan dana investasi US$60 miliar atau sekitar Rp802 triliun untuk pembangunan Afrika.

Selain menjadi mitra dagang terbesar bagi benua Afrika, Cina juga menggelontorkan dana dan sumber daya manusia untuk poroyek-proyek infrastruktur.

Banyak di antara proyek infrastruktur itu adalah jalur kereta yang menghubungan negara-negara Afrika, termasuk jalur kereta yang menghubungkan Djibouti dengan ibu kota Ethiopia, Addis Ababa.

Di samping itu, terdapat jalur kereta di Angola, Nigeria, Tanzania dan Zambia.

Sebagai imbalannya, Afrika memasok sumber-sumber daya alam, mineral dan energi ke Cina. (BBC)