Thursday, 27 July 2017

Teror Narkoba Lintas Negara

Jumat, 14 Juli 2017 — 5:07 WIB

KERJASAMA antara jajaran Polri bersama Taiwanese Police atau Kepolisian Taiwan dalam memberantas narkoba, patut mendapat apresiasi. Berkat koordinasi aparat penegak hukum lintas negara, jaringan peredaran narkoba internasional yang menyelundupkan barang terlarang di kawasan Anyer, Banten, berhasil dibongkar.

Hampir saja narkoba 1 ton, yang bila dikalkulasikan oleh jaringan narkotika nilainya mencapai Rp1,5 triliun, masuk ke Indonesia. Kalau saja barang laknat ini lolos, setidaknya 5 juta rakyat jadi korban, dibunuh pelan-pelan atau dibuat bodoh. Peran polisi Taiwan dalam membantu membongkar penyelundupan narkotika lintas negara membuktikan, dunia internasional gencar berperang melawan mafia naroba.

Fakta ini tentu harus menjadi perhatian serius pemerintah. Bahwa mafia internasional bukan saja menjadikan rakyat Indonesia ladang uang, melainkan juga sebagai target pembodohan. Tak berlebihan bila gencarnya upaya menebar racun narkotika jauh lebih jahat dibanding terorisme, karena membuat setiap hari puluhan orang mati sia-sia.

Tak berlebihan pula bila Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam berbagai ceramahnya mengingatkan, ‘perang candu’ bertujuan membuat generasi muda Indonesia bodoh dan mudah ditipu. Apalagi barang berbahaya ini sudah masuk ke semua lini. Bukan cuma remaja, pelajar maupun mahasiwa. Kaki tangan bandar juga sudah masuk ke jajaran eksekutif, legislatif, yudikatif, anggota Polri maupun TNI.

Itu sebabnya seluruh komponen harus bergandengan meningkatkan ketahanan bangsa. Apalagi gembong narkotika tidak gentar dengan ancaman hukuman mati dan tidak menghentikan aksi teror mereka, seolah memberi sinyal menantang.

Ada yang harus dicermati pada pernyataan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso. Mafia internasional ternyata memiliki peralatan canggih yang tidak dimiliki Polri maupun BNN. Ini tentu mengerikan karena bisa jadi berton-ton narkoba berulangkali lolos masuk Indonesia. Dan ini diakui oleh Budi Waseso.

Kenyataan ini tentu tidak bisa dianggap sepele. Indonesia bakal dibanjiri narkotika bila mafia internasional mengetahui kelemahan aparat kita, dan ini sudah terjadi. Kebutuhan peralatan teknologi canggih bagi aparat penegak hukum sangat mendesak dan harus dipenuhi, bila kita ingin negeri ini bebas dari cengkeraman mafia.

Langkah lainnya, tingkatkan kerjasama lintas negara dalam memerangi kejahatan transnasional. Indonesia kini dalam kondisi ‘darurat narkoba’. Jangan sampai di negeri ini muncul kartel-kartel yang kemudian mengendalikan aparat negara. Sungguh mengerikan. **