Sunday, 19 November 2017

Kiat Aman Naik Ojek Pangkalan Atau Online

Sabtu, 15 Juli 2017 — 8:40 WIB
Gunakan helm saat naik ojek.(Ist)

Gunakan helm saat naik ojek.(Ist)

MODA transportasi ojek, menjadi salah satu angkutan yang paling favorit bagi warga, khususnya di Jakarta. Karena dengan moda yang satu ini, kita bisa lebih cepat sampai tujuan, meskipun jalan yang dilalui macet panjang.

Namun agar aman saat menggunakan jasa ojek, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, selain  aman karena gak jatuh dari motor atau gak dijambret begal.  Berikut sejumlah tips  aman untuk berojek ria:

  1. Pakai Helm

Seringkali kita naik ojek, apalagi ojek pangkalan yang suka gak aware sama urusan helm ini. Kadang kalo tujuan dekat, mereka gak kasih helm ke penumpang. Buat saya, mau cuma jarak 100 meter, helm tetap utama. Urusan kecelakaan kan urusan Allah ya, jadi tugas kita sebagai manusia adalah ikhtiar, bukannya bersombong diri: “alah, cuma deket ini, gak usah pake helmlah. Repot!”. Jadi usahakan selalu minta helm ke driver ya. Kalau naik ojek online, sudah pasti helm penumpang selalu tersedia.

   2. Gunakan celana panjang dan tas ransel.

– Celana panjang memudahkan kita untuk duduk di ojek. Gak bisa bayangin kalau pakai rok mini. Repot rasanya. Repot mengatur gaya duduk, sekaligus repot menata hati karena tatapan-tatapan orang sekitar dengan beragam judgedi hati mereka masing-masing soal rok mini yang otomatis akan semakin naik kalau kita jadi boncengers.
– Tas ransel membuat badan kita seimbang karena bebannya dibagi merata, kiri dan kanan. Kalau mau pakai tas semacam tote bag atau tas selempang wanita, sebenarnya sah-sah saja tapi kewaspadaan mesti lebih ditingkatkan. Karena kadang jambret lebih mudah menarik tas wanita yang cuma disampirkan di satu pundak ketimbang ransel. Di samping itu, dengan tas ransel, posisi tas bisa diletakkan di belakang, tidak mengganggu space tempat duduk kita sebagai boncengers.

3. Menggunakan sepatu dan jaket

Karena naik ojek identik dengan ke-angin-an, sebaiknya pakai sepatu, jangan sendal. Sepatu membuat bagian kaki kita yang jadi santapan sang angin, tertutup dan menghindari kita dari seringnya mengkonsumsi Reject Wind (baca istilah yang bikin ketiwi ini di blog Terima kasih mbak Santi udah bikin saya ngakak). Menggunakan kaos kaki jauh lebih baik. Untuk jaket,  ga perlu harus jaket motor a la anak-anak touring. Yang penting lumayan tebal bisa melindungi kita dari keanginan tadi. Aman deh dari kerokan

4. Bila perlu siapkan buff dan masker pribadi.

Buff dipakai di kepala, untuk menghindari helm penumpang yang mungkin sudah berganti-ganti kepala 100 kali dalam sehari dan baunya udah ga nyaman lagi. Sementara masker ya untuk menutup hidung dan mulut, menghindari polusi yang berlebihan sepanjang perjalanan.

5. Setiap naik ke atas motor, baca doa dan selalu ingatkan driver untuk tidak ngebut.

Baca bismillah pas naik ke atas motor. Dan soal mengingatkan driver, ini selalu saya lakukan setiap kali saya naik ojek, kecuali ojek yang sudah langganan ya. Bagai pepatah lama: biar lambat asal selamat. Gak papa telat datang ke suatu tempat yang penting selamat, ketimbang mesti kebut-kebutan di jalan mengejar waktu.
Kalau di tengah jalan drivernya gak kerasa tau-tau ngebut, ingatkan sekali lagi. Gak papa dibilang cerewet, asal selamat sampai tujuan.

6. Agar kita tetap seimbang, berpeganganlah.

Seharusnya, yang paling benar adalah berpegangan ke driver, agar posisi kita di atas motor seimbang maksimal. Tapi kan gak mungkin ya, masak memeluk si driver ojek? Kalau naik motor sama pacar atau suami sendiri sih gak apa-apa ya. Nah terus pegangan apa dong? Kalau saya biasanya pegangan di behel motor. Setidaknya kalau motor agak oleng atau harus direm mendadak, kita gak hilang keseimbangan.

7. Catat Plat Nomer Motor 

Jika bukan naik ojek online, untuk berjaga-jaga dari pengojek nakal, mungkin bisa dicatat plat nomor ojek yang anda tumpangi. Sehingga jika terjadi sesuatu bisa cepat dilaporkan ke pihak berwajib

Itulah beberapa tips aman naik ojek . Semoga bermanfaat. (Tri)