Tuesday, 25 July 2017

Kisah Kehidupan Rahasia Petempur Muda ISIS

Sabtu, 15 Juli 2017 — 15:34 WIB
Salah satu anak muda yang bergabung menjadi petempur ISIS di kawasan Irak utara.

Salah satu anak muda yang bergabung menjadi petempur ISIS di kawasan Irak utara.

TIGA mayat petempur kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) tergeletak di tepi Sungai Tigris di Irak. Sekilas tampak tak ada yang luar biasa.

Ketiganya tewas setelah serangan udara menghantam bungker mereka.

Dari penampakan fisik, satu di antaranya terlihat sangat belia, lebih tepat disebut remaja, bukan laki-laki dewasa. Mereka ditemukan akhir Februari, pada puncak pertempuran antara pasukan Irak dan milisi ISIS di daerah Mosul.

Tentara Irak dan wartawan BBC menemukan beberapa dokumen, termasuk surat izin untuk cuti yang dikeluarkan komandan ISIS, uang kontan, dan senjata laras panjang dengan tulisan milik militer Amerika Serikat.

Yang paling menarik perhatian adalah kartu memori yang ditemukan di salah satu saku petempur. Dari sini diketahui foto-foto yang merekam perjalanan petempur-petempur muda yang bergabung dengan ISIS di Irak.

Koleksi foto berawal dengan kumpulan foto bertema keluarga. Si petempur muda duduk dengan senyum mengembang di wajahnya. Ia difoto bersama seorang anak perempuan kecil, mungkin saja adiknya. Anak perempuan ini mengacungkan satu jari, simbol tauhid, hanya ada satu Tuhan yang layak disembah, yaitu Allah.

Rambut anak muda ini hitam, panjang dan bergelombang, disisir di bagian tengah.

Terlihat bahwa foto-foto di fase awal ini telah diedit, misalnya pipi dan bibirnya terlihat lebih merah muda, mirip dengan pipi para gadis. Matanya juga lebih berbinar.

Setelah itu, ada perubahan besar, dari suasana keluarga yang santai ke foto-foto yang jauh lebih serius. Ia mengenakan seragam ala militer, bersarung tangan, menenteng senapan Kalashnikov, lengkap dengan walkie-talkie di salah satu satu bajunya.

Dalam foto yang lain terlihat ia tidur, jelas bukan tidur yang sebenarnya. Ini lebih ditujukan untuk menunjukkan bagaimana seorang pejuang tengah beristirahat.

Dari sini, foto-foto merekam perjalanan calon martir, calon pengebom bunuh diri berwajah belia, yang siap untuk berkorban demi ISIS.

Ditemukan juga foto bersama beberapa anak muda dan remaja. Si petempur belia tidak ada di dalam foto mungkin dialah yang mengambil foto ini. Penelusuran lebih jauh menunjukkan anak-anak muda berasal dari Mosul dan anggota unit pendukung yang dikenal dengan Nineveh Fire Support Group.

Dari rangkaian foto, sepertinya petempur ISIS ini memiliki kawan karib. Ia juga masih muda dan juga berambut panjang. Di salah satu foto, ia menatap tajam kamera. Ia mengenakan sarung tangan hitam dan memegang sesuatu di balik pakaian, yang besar kemungkinan adalah sabuk bom.

Sarung tangan biasa dipakai untuk menyembunyikan detonator bom. Dengan penampilan seperti dia -wajah rupawan dan murah senyum- bisa jadi banyak yang terkecoh kalau dia membawa sabuk atau rompi bom bunuh diri.

Foto bersama lain memperlihatkan orang-orang yang lebih tua, yang tampak ‘sudah kenyang dengan asam-garam pertempuran’. Bagi beberapa warga di Mosul, wajah orang-orang ini tak terlalu asing.

Yang tak langsung disadari oleh wartawan BBC saat mengamati rangkaian foto ini adalah ada ‘rahasia besar lain’.

Wartawan BBC dan satu unit tentara Irak menggunakan satu rumah yang dipakai sebagai tempat beristirahat selama beberapa jam setelah terlibat operasi atau bertempur dengan milisi ISIS.

Pertempuran yang begitu intens membuat wartawan BBC tidak terlalu memberi perhatian terhadap rumah yang dipakai sebagai tempat beristirahat.

Ternyata rumah ini juga dipakai sebagai semacam pos oleh petempur ISIS sebelum mereka tinggalkan. Kesimpulan didapat setelah dinding dan perabotan yang ada di foto sama persis dengan perabotan dan dinding rumah ini.

Penelusuran lebih jauh mendapati beberapa dokumen penting antara lain surat yang menyebutkan bahwa sejak November 2016 jumlah petempur ISIS jauh menurun. Pada bulan tersebut para komandan ISIS meminta percepatan rekrutmen petempur.

Pada pertengahan Desember dikeluarkan seruan melarang petempur-petempur ISIS untuk mundur dari garis depan.

Ditemukan pula tulisan tangan dari seseorang bernama Abu Ali Mosluae. Apakah ini nama petempur belia tersebut? Tak bisa dipastikan.

Yang jelas, dari tulisan yangan yang sangat rapi ini diketahui bagaimana ia belajar menembakkan mortir dan berlatih menggunakan koordinat dari Google Maps untuk dipakai dalam pertempuran yang sesungguhnya.

Kertas-kertas dan tulisan tangan lain yang berserakan di rumah ini seakan menjadi saksi bisu kehidupan petempur ISIS dan beberapa anak muda lain yang hingga kini tak diketahui keberadaan mereka.

Jejak mereka hilang seperti ditelan bumi. (BBC)