Saturday, 22 September 2018

Penyelundup 1 Ton Sabu Kesulitan Rental Mobil

Sabtu, 15 Juli 2017 — 22:57 WIB
Sabu 1 ton diamankan dari mobil Innova yang dirental

Sabu 1 ton diamankan dari mobil Innova yang dirental

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Gidion Arif Setyawan mengatakan, penyelundup sabu seberat 1 ton di Kawasan Pantai Anyer, Serang, Banten, telah memperhitungkan secara matang memilih jalur pengiriman hingga tempat tinggal.

Meskipun begitu, mereka tidak mempertimbangkan kedatangan mereka yang ternyata tiba bertepatan pada Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Sehingga mereka sempat kesulitan mencari mobil rental yang akan disewa untuk pengiriman dan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk adaptasi.

“Ada satu yang unik, dia nggak memperhitungkan situasi kepadatan lalulintas, situasi di Jakarta, mereka tiba itu kan pas Lebaran. Betapa susahnya mencari rental tidak diperhitungkan makanya lama, selama dua bulan itu kan nggak ngapa-ngapain, karena mereka menyesuaikan diri,” ujar Gidion saat ditemui di ruangan kerjanya di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Sabtu, (15/7/2017).

Selama tinggal di Indonesia, pelaku melakukan aktifitas sehari-hari dengan dibantu seorang guide asal Indonesia yang pernah bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Cina.

Sedangkan makanan memesan secara delivery di restoran di Serang. Mereka juga mengecek jalur yang akan dilewati dan merancang strategi untuk antisipasi jika gerak-geriknya terbaca petugas.

“Kalau yang dia insert ke lokasi empat kali lah. Rental mobil juga diantar oleh orang lokal. Si S itu, mobil yang dirental ada ada tiga. Tiga mobil itu menurut perencanaan satu di depan untuk voorijder, kedua untuk barang, ketiga untuk escape. Jadi kalau misalnya terjadi sesuatu menabrakkan diri. Jadi memang sudah disiapkan, ketika di TKP itu nabrak, dorong mobil petugas, ya memang itu skenarionya,” beber Gidion.

Sedangkan untuk tempat tinggal, mereka memiilih Hotel Mandalika yang dekat dengan markas militer menurut Gidion karena selain kemungkinan tidak tahu juga karena memang hotel tersebut dipilih karena sesuai koordinat yang ditentukan untuk penurunan sabu.

“Mereka kan bukan ahli strategi yang ini lah bukan intelijen gitu, tipenya kuli. Memang pengendalinya mungkin posisi koordinat pantai yang ditentukan itu. Mereka mungkin hanya memperhitungkan koordinat pantai,” tandasnya.

Tim gabungan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Polresta Depok membongkar penyelundupan sabu 1 ton di demaga Hotel Mandalika, Anyer, pada Rabu (13/7/2017).

Penyelundup berjumlah empat orang, yakni Lin Ming Hui (bos), Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. Lin tewas ditembak polisi lantaran melawan saat ditangkap. Sementara Chen dan Liao ditangkap hidup-hidup. Hsu sempat melarikan diri. Namun kurang dari 12 jam, pelaku diringkus saat menunggu bus.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan memperkirakan sabu dalam 51 bungkus besar itu nilainya Rp1,5 triliun. Ia juga menyebut pengungkapan kasus penyelundupan ini menyelamatkan 2 juta orang. (Yendhi)