Monday, 16 September 2019

Terdesak Biaya Sekolah Anak, Petani Jual Padi Basah

Sabtu, 15 Juli 2017 — 18:55 WIB
Petani memanen padi

Petani memanen padi

INDRAMAYU (Pos Kota) – Terdesak biaya pendidikan anak-anak, banyak petani di Indramayu, Jawa Barat terpaksa buru-buru menjual gabah walau kondisi masih basah ke tengkulak.

Pemantauan Pos Kota di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (15/7/2017), petani saat ini sedang sibuk memanen padi musim tanam gadu di sawah. Namun banyak petani yang belum sempat memasukan gabah hasil panen itu untuk disimpan ke lumbung sudah buru-buru dijual ke tengkulak. “Banyak petani terdesak biaya sekolah anak-anak, sehingga terpaksa menjual gabah masih basah,” kata Soleh,55.

Harga jual gabah jondisi basah laku Rp4.700 per kilogram. Harga gabah sebesar itu memang jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Namun jika petani sabar sedikit, mengeringkan gabah itu tentunya harga jualnya bisa lebih tinggi lagi. “Bisa mencapai Rp4.900 atau Rp5.000 per Kg,” kata Waskim, 58.

Dikatakan, sebetulnya petani tahu, harga gabah yang berlaku sekarang ini masih bisa naik lebih tinggi. Apalagi menjualnya pada saat menghadapi masa paceklik, yaitu pada saat stok atau persediaan gabah di lumbung petani sudah benar-benar terkuras habis, harga jual gabah itu meningkat mencapai Rp5.500 per Kg.

Ia menambahkan, saat ini banyak petani yang terdesak kebutuhan untuk biaya sekolah, sehingga terpaksa buru-buru melepas gabah basah ke tengkulak. “Anak-anak mau sekolah ke SMP minta uang pada hari Senin (17/7) untuk melunasi pembelian seragam sekolah dan buku-buku, sehingga terpaksa menjual gabah walaupun masih basah,” katanya. (taryani)