Sunday, 19 November 2017

Cintanya Bersemi dari WA Berakhir di Dalam Gudang

Minggu, 16 Juli 2017 — 5:52 WIB
senyum

GARA-GARA WA, rumahtangga Wahidin, 42, nyaris berantakan. Istrinya, Alfiani, 31, tergoda teman sekantornya, Mardani, 57, karena keasyikan bermain WA. Awalnya rayu-merayu lewat WA, akhirnya eksekusi dalam gudang sekolah. Tentu saja Wahidin tidak terima, sehingga Wakepsek itu dilaporkan ke Kanwil Dikbud.

Bila cinta sudah melekat, sudah tua bangkotan pun terasa coklat. Ini banyak terjadi dalam kehidupan, karena berangkat dari kebersamaan dalam kerja. Jika kaduanya masih merupakan manusia-manusia bebas, tak masalah. Semua bisa diselesaikan di KUA. Tapi jika salah satunya atau dua-duanya sudah punya pasangan masing-masing, niscaya akan mengancam keberlangsungan sebuah rumahtangga.

Rumah tangga Wahidin warga Tenggarong, Kalimantan Timur itu kini dalam masa kritis. Diputuskan, kasihan anak-anak menjadi korban. Dipertahankan Wahidin akan dihantui rasa jijik dan muak, karena istrinya sudah bekas orang. Bayangkan, ibarat makanan Alfiani sudah terlalu sering dicocol-cocol Mardani, Wakil Kepala Sekolah, di SMP swasta di Tenggarong.

Di sekolah tersebut Alfiani ditunjuk sebagai bendahara, sedangkan Mardani menjadi Wakil Kepala Sekolah. Dalam urusan keuanganlah keduanya sering terlibat. Di jaman era gombalisasi yang tak pernah lepas dari smartphone tersebut, keperluan apa saja Mardani sering nge-WA Alfiani. Lalu sang bendahara pun menjawab lewat media yang sama. Ini semua masih lewat grup WA, sehingga teman guru yang lain bisa ikut melihatnya.

Tapi rupanya Mardani memang lelaki genit juga. Diam-diam dia tertarik pada bendahara yang lebih cocok jadi anaknya itu. Maklum, Alfiani memang cukup cantik, bodi seksi pula. Maka lewat japri, Mardani suka kirim konten yang isinya nyerempet-nyerempet bahaya. Lama-lama mengarah ke soal asmara laki dan wanita. Mardani betul-betul: ndeso!

Tapi rupanya Alfiani menikmati juga guyonan sensitip Wakepsek tersebut. Merasa dapat lampu hijau, Mardani jadi makin nekad. Keduanya lalu suka bertemu di gudang sekolah, sampai berlama-lama. Karenanya di kala program “full day school” masih dipertentangkan, keduanya sudah biasa “full day warehouse”, sampai nafasnya hoss, hosss, hosss……

Wahidin di rumah sama sekali tak tahu adanya skandal istrinya dengan Wakepsek. Dia baru ngeh, manakala memergoki istrinya di dapur buka HP sambil senyum-senyum. Begitu terlihat suami, HP langsung dikantongi. Wahidin pun jadi curiga. Diam-diam HP itu dirampas. Dan ketika dibuka isinya, masya Allah di sana banyak gambar mesra antara Alfiani dengan Mardani.

Tapi Alfiani membela diri, gambar-gambar semacam itu biasalah, wong hanya duduk-duduk berdua. Jika dituduh ada udang di balik batu, kata Alfiani: yang nuduh itu ndeso! Maka tak mau kalah dengan Pansus Angket KPK, diam-diam Wahidin juga cari data ke sekolah istrinya. Ternyata banyak keterangan menyebutkan, Alfiani – Mardani suka berlama-lama dalam gudang sekolah.

Pansusnya Wahidin diteruskan ke tetangga kanan kiri sekolah. Ternyata mereka juga memberikan informasi senada, Alfiani – Mardani suka jalan berdua-dua, bagaikan Rama dan Sinta. Karena demikian banyak bukti-bukti mesum itu, Wahidin pun segera melapor ke sekolah dan disampaikan pula ke tingkat provinsi di Samarinda. Pendek kata dia minta kasus itu harus diproses, minimal dipecat.

Dipecat gara-gara keasyikan berburu nikmat? (JPNN/Gunarso TS)