Monday, 20 November 2017

Djarot: Tindak Tegas Siswa SMPN 273 Pelaku Kekerasan

Senin, 17 Juli 2017 — 18:56 WIB
Potongan video kekerasan siswa SMP.

Potongan video kekerasan siswa SMP.

JAKARTA  (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk menindak tegas pelaku tindak kekerasan siswi SMP Negeri 273. Peristiwa itu sendiri terjadi di Thamrin City dan ada rekaman video yang diunggah dan beredar di media sosial (medsos).

“Saya sudah perintahkan Dinas pendidikan untuk investigasi dan kasih sanksi yang tegas. Bentuknya nanti saya tanyakan ke Dinas pendidikan,” ujar Djarot di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Andrianto mengatakan hari ini pihaknya melakukan investigasi bersama kepolisian dan Inspektorat Jenderal Kemendikbud.

(Baca: Siswa SMPN 273 Pelaku Kekerasan di Thamrin City Satu Geng Sejak SD)

Sopan menjelaskan dari investigasi awal, Sopan memastikan peristiwa tidak terjadi di lingkungan sekolah dan tidak dalam masa jam pelajaran. Baik pelaku maupun korban diketahui merupakan pelajar SMPN 273. Mereka merupakan siswa kelas 7 yang merupakan siswa baru.

“Iya benar, terjadi di salah satu SMP Negeri di Tanah Abang. Itu terjadi di luar jam sekolah dan tidak di lingkungan sekolah,” jelas Sopan.

Sopan menegaskan akan menjatuhkan sanksi terhadap pelaku yang merupakan siswa baru di SMPN 273. Pihaknya akan mengembalikan pembinaan kepada orang tua masing-masing.

“Dikembalikan ke orang tua apalagi belum seminggu baru belajar baru masa MPLS. Belum belajar secara intens kok sudah buat gaduh,” tandas Sopan.

Dalam video yang beredar di medsos,  kekerasan pelajar SMP terhadap siswa lainnya. Dalam video terlihat pelajar yang masih menggunakan seragam lengkap menjambak dan memukul seorang sisiwi berkali-kali hingga  jatuh. Peristiwa tersebut diabadikan pelajar lain yang ikut penonton melalui ponsel.

Mendapat kekerasan, korban hanya diam dan menunduk. Setelah mendapat pukulan dan tarikan rambut, korban dipaksa mencium tangan dua pelaku kekerasan dan dipaksa bersujud mencium kaki pelaku. Saat ini video tersebut mejadi viral di media sosial dan banyak mendapatkan kecaman dari netizen. (ikbal/win)