Wednesday, 20 September 2017

Dua ‘Robin Hood’ Menjambret untuk Santuni Yatim-Piatu

Senin, 17 Juli 2017 — 19:18 WIB
Kapolres menanyakan motif penjambret

Kapolres menanyakan motif penjambret

TANGERANG (Pos Kota) – Kisah Robin Hood yang merampok lalu membagikan hasil rampokannya bisa jadi ‘menginpirasi’ dua tersangka begal tas ini. Keduanya mengaku menjambret untuk dibagikan kepada anak yatim.

Sepak terjang Robin Hood asal Serang, Banten yakni Suryadi (24) dan Noh (26) dihentikan tim buser Polsek Karawaci yang memburunya sebulan terakhir. Keduanya terpaksa ditembak di kakinya karena melawan petugas saat disergap.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan mengatakan, aksi terakhir keduanya terjadi pada 15 Juni 2017. Korbannya Ny. Uzi Muziatun (52), Seketaris Lurah Sukajadi, Kecamatan Karawaci di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang.

“Korban mengalami luka setelah terjatuh dari sepeda motornya. Korban mengalami kerugian Rp 8 juta dan handphone Samsung J5,” kata Kapolres, Senin (17/7/2017).

Satu bulan melakukan perburuan, lanjut Harry, tim buser Polsek Karawaci pimpinan Kanit Reskrim AKP Nurjaya akhirnya menemukan lokasi persembunyian Suryadi dan Noh. Keduanya disergap di kampung halamannya di Desa Tambak Pasir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

“Kami terpaksa mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan keduanya lantaran melawan anggota,” ujar Harry.

Saat ditanya sejumlah wartawan, Noh mengaku menjambret perempuan paruh baya itu demi menghidupi keluarganya dan menyantuni anak yatim. Noh yang sudah bersitri dan memiliki satu anak ini mengaku menyesali perbuatannya itu.

“Hasil curiannya buat keperluan sehari-hari dan santuni anak yatim,” ungkap Noh.

Noh menambahkan, ia bersama temannya Suryadi terpaksa berbuat jahat lantaran tidak memiliki pekerjaan. Aksi jahatnya itu diakui sudah belasan di Kota Tangerang.

“Lebih dari dua kali. Kalau sudah dapat hasilnya dibawa ke kampung,” katanya.

Akibat perbuatannya tersebut, kedua pelaku akhirnya dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. “Ancaman hukuman maksimalnya 12 tahun penjara,” tandas Kapolres. (imam)