Sunday, 20 August 2017

Gugatan Hary Tanoe Ditolak, Polisi Fokus Melengkapi Berkas

Senin, 17 Juli 2017 — 14:49 WIB
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Fadil Imran

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Fadil Imran

JAKARTA (Pos Kota) – Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Fadil Imran mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya fokus untuk melengkapi berkas perkara CEO MCN Group Hary Tanoesoedibjo agar segera dilakukan pemberkasan tahap dua atau penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.

Hal tersebut menyusul ditolaknya gugatan praperadilan Hary Tanoesoedibjo (HT) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Fadil menuturkan, berkas perkara HT atas tuduhan ancaman melalui pesan elektronik terhadap Jaksa Yulianto tengah di peteliti oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Masih (diteliti-Red). Mudah-mudahan ada perbaikan setelah itu kita limpahkan supaya segera bisa tahap dua,” kata Fadil saat ditemui di PN Jaksel selesai memantau langsung jalannya sidang putusan praperadilan Hary Tanoe, Senin, (17/7/2017).

Jika memang dinyatakan P19 atau masih ada kekurangan Fadil tegaskan siap untuk segera melengkapi dan kembali mengirim ke kejaksaan. “Menuntaskan agar berkasnya bisa dinyatakan lengkap. Iya segera (disidangkan-Red), mempercepat penyidikan. Yang kurang-kurang kita lengkapi,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam sidang putusan yang tidak dihadiri langsung oleh termohon Hakim tunggal Cepi Iskandar menyatakan menolak gugatan praperadilan Hary Tanoe.

“Mengadili, dalam eksepsi menolak eksepsi dari pemohon. Dalam pokok perkara, menolak permohonan praperadilan dari pemohon,” kata hakim tunggal Cepi Iskandar saat membacakan putusan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (17/7/017).

Dalam putusannya, Hakim Cepi juga menyatakan bahwa penetapan tersangka Ketua Umum Partai Perindo tersebut oleh Bareskrim Polri adalah sah dengan memenuhi minimal dua alat bukti yang sah.

“Menyatakan penetapan tersangka terhadap pemohon Hari Tanoesoedibjo adalah sah. Membebankan biaya perkara sebesar nihil,” tandasnya.

Hary Tanoe ditetapkan tersangka dalam kasus SMS Kaleng yakni dugaan ancaman yang ditujukan kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto, melalui pesan singkat. HT dikenakan Pasal 29 UU Nomor 11/2008 tentang ITE jo Pasal 45B UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan UU ITE Nomor 11/2008, (UU ITE).

(yendhi/sir)

Terbaru

Buku panduan yang memasang Bendera Merah Putih terbalik (tiga dari kanan atas). (ist)
Minggu, 20/08/2017 — 11:59 WIB
Insiden Gambar Bendera Indonesia Terbalik
Jokowi: Kita Tunggu Permintaan Maaf Malaysia
BP RaNia. (ist)
Minggu, 20/08/2017 — 11:37 WIB
Alexandra Resmi Tinggalkan BP Rania
Direktur Koordinasi Penghimpunan, Komunikasi dan Informasi Zakat Nasional BAZNAS, Arifin Purwakananta bersama pengurus BAZNAS gelar kampanye kurban  di Jakarta,  Minggu (20/8).(Johara)
Minggu, 20/08/2017 — 9:46 WIB
Baznas Kampanye Berkurban di Car Free Day