Wednesday, 26 July 2017

Kerjanya Ngintip Pembantu Terancam jadi Duda Miskin

Senin, 17 Juli 2017 — 6:40 WIB
muka

KARENA menjadi ustadz, Harun, 50, tahu apa itu artinya zina mata. Namun di rumah dia justru suka mengintip pembantunya ganti baju. Istrinya pun marah, sehingga digugat cerai di Pengadilan Agama Surabaya. Selama ini Harun numpang di rumah mertua. Maka jika cerai, ustadz malang ini bakal miskin dadakan.

Guru agama yang bukan status PNS, kebanyakan hanya menerima honor kecil, karena baginya yang penting PGA (Pokoknya Gaji Akherat). Maka banyak yang di luar mengajar merangkap pula jadi pendakwah. Pendakwah jika kelasnya Aa Gym atau ustadz Solmed, sekali ceramah honornya berjut-jut. Tapi yang kelas mushola atau mesjid kampung, biasanya hanya cukup untuk keperluan sehari-hari, karena istilahnya: sekedar uang bensin.

Harun yang tinggal di Surabaya, selama ini menjadi guru agama di sekolah swasta. Honornya kecil. Untung dia punya keahlian jadi pendakwah, sehingga sering diundang memberi ceramah maulid, Isra Mikraj, atau saat halal bihalal antar warga. Dengan demikian honornya tak seberapa. Jauh sekali bila dibandingkan dengan ustadz-ustadz di layar kaca.

Beruntung Harun ini jadi mantunya orang kaya, anak tunggal pula. Selama ini dia tinggal di rumah Mertua Permai yang bebas cicilan, di Mulyorejo, Surabaya. Rumah itu tergolong mewah, sehingga bila dilego nilainya tak kurang dari Rp 10 miliar. Jika mertua tiada, niscaya harta itu akan menjadi milik gono-gini Farida-Harun. Boleh dikata, penghasilan Harun sebagai guru agama dan pendakwah untuk seneng-seneng saja.

Tapi sebagai ustadz, rupanya Harun tak pandai bersyukur di muka bumi. Dulu dia ngekos di rumah Farida, 40. Terus diambil menantu sekalian, eh masih juga macem-macem. Apa itu macem-macem Harun? Karena jenuh pada istrinya yang mulai menua, dia-diam dia suka mencari penyegar mata. Bukan pakai borwater, melainkan…..ketika pembantu rumahtangganya sedang ganti baju, sering diintipnya. Padahal sebagai pendakwah, pasti tahu bahwa itu bagian dari zina mata.

Pembantu yang bernama Mintul ini memang lumayan cantik, bodinya seksi pula. Maka mungkin Harun ini terbius oleh iklan, sehingga ingin melihat sang pembantu itu apa seindah wujud aslinya. Padahal hasilnya ketika mengintip, Harun justru tersiksa sendiri. Ibarat kata: bisa nggambang ora bisa nyuling, bisa nyawang gak bisa nangkring!

Harun memang sangat hati-hati, karena tahu akan resikonya bila ingin pula “nangkring” bersama Mintul. Tapi celaka tiga belas, meski sudah berusaha hati-hati, sekali waktu pas dia ngintip pembantu ganti baju, ketahuan oleh istrinya. Langsung oknum ustadz itu ditarik kupingnya, dan Harun pun ampun-ampun minta maaf. “Pembantu saja kamu intip, bagaimana artis sinetron seribu episode. Ndeso…..!” maki Farida.

Tapi masalah tak selesai di situ. Farida yang kecewa akan ulah suami, segera mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Surabaya. Dalam sidang Harun mengaku heran, soal begituan saja kok dijadikan alasan menggugat cerai. Cuma mengintip saja apa ruginya bagi istri? Tapi Farida bergeming. Maka jika putusan cerai jatuh, Harun akan menjadi duda miskin, karena tak bisa lagi menikmati harta mertua yang Rp 10 miliar lebih itu.

Harun nggak kuwat drajat, dasar kere…..! (JPNN/Gunarso TS)