Tuesday, 25 July 2017

Korsel Ajak Korut Lakukan Perundingan Militer

Senin, 17 Juli 2017 — 10:52 WIB
Bendera Korea Selatan dan Korea Utara. (ist)

Bendera Korea Selatan dan Korea Utara. (ist)

KOREA SELATAN -Wacana perdamaian diutarakan pemerintah Korea Selatan (Korsel) untuk mengakhiri permusuhan dengan Korea Utara (Korut). Sebuah perundingan militer diajukan untuk meredakan ketegangan antara dua negara tersebut yang terjadi dua tahun belakangan ini.

”Kami mengusulkan perundingan militer dengan Korea Utara pada tanggal 21 Juli di Tongilgak untuk menghentikan semua kegiatan bermusuhan yang meningkatkan ketegangan militer,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Korea Selatan, Suh Choo-suk, seperti dilansir Reuters, Senin (17/7/2017).

Namun, Suh Choo-suk tidak merinci maksud kegiatan militer yang bermusuhan. Diperkirakan, maksud kegiatan tersebut adalah Korea Selatan dengan siaran loudspeaker dan provokasi lainnya, sedangkan Korea Utara dengan aktivitas peluncuran rudalnya.

Selain mengusulkan perundingan militer, Seoul juga mengajak Pyongyang untuk menggelar reuni keluarga dua Korea pada Oktober 2017.

Belum ada respon resmi dari Pyongyang, namun negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un tersebut telah berulang kali mengatakan bahwa mereka menolak untuk terlibat dalam semua pembicaraan dengan Korea Selatan, kecuali jika Korsel menyerahkan 12 pelayan dan manajer restoran Korut yang pembelot. (embun)