Wednesday, 20 September 2017

Novanto Tersangka, Pimpinan DPR Gelar Rapim

Senin, 17 Juli 2017 — 22:39 WIB
Ketua DPR Setya Novanto.(dok)

Ketua DPR Setya Novanto.(dok)

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, mengaku prihatin dengan ditetapkannya Ketua DPR Setya Novanto menjadi tersangka oleh KPK dalam kasus E-KTP.

“Jadi, pertama kita turut prihatin, karena ini menjadi sesuatu yang mendadak di waktu malam dengan diawali pernyataan bahwa, KPK tidak  akan mengecewakan rakyat. Keprihatinan ini justru pada kinerja KPK,” kata Fahri di Jakarta, Senin (17/7).

Dengan kondisi ini, lanjut Fahri, pimpinan DPR akan segera menggelar rapat. “Kita tentu akan membahas ini tentunya bersama Pak nov (Setya Novanto) dan dalam rapaim akan diputuskan menghadapi situasi ini. Hasilnya akan disampaikan besok,”ujarnya.

Untuk pembahasannya ini, pihaknya akan kembali kepada ketentuan-ketentuan dalam UU MD3 dan tata tertib terkait apa yang akan dilakukan ke depan,” paparnya.

Yang penting, lanjut Fahri, funsgi dewan tidak boleh berhenti karena kepemimpinan DPR kolektif kolegial sehingga jangan sampai mengganggu satu fungsi terganggu.

Selumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka baru dalam kasus e-KTP.

“KPK menetapkan saudara SN, anggota DPR periode 2009-2014 sebaai tersangka terbaru kasus e-KTP,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (17/7).

Sejak awal kasus ini masuk ke persidangan, nama Setya Novanto memang disebut jaksa dalam surat dakwaan untuk terdakwa korupsi proyek e-KTP. Setya disebut bersama-sama dengan 6 orang lainnya termasuk dua terdakwa e-KTP.

Dalam surat dakwaan untuk dua terdakwa Sugiharto dan Irman disebutkan, Setya Novanto bersama-sama melakukan korupsi dengan Irman dan Sugiharto, terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP. Peran Novanto dibeberkan jaksa KPK untuk mendorong fraksi-fraksi di DPR agar mendukung proyek tersebut. (win)