Thursday, 27 July 2017

Polsek Tanah Abang akan Panggil Siswi SMP Pembully

Senin, 17 Juli 2017 — 19:58 WIB
Potongan video kekerasan siswa SMP.

Potongan video kekerasan siswa SMP.

JAKARTA (Pos Kota) – Polsek Metro Tanah Abang akan  memanggil anak-anak pembully beserta orang tua dan pihak sekolah, terkait video di medsos beredan di medsos. Rencananya  bocah berinsial SB siswi kelas 6 SD yang menjadi korban bullying di Thamrin City, Lantai 3A, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

‎”Ya ‎‎rencana Selasa (18/7), manggil mereka anak-anak pembully itu ke Polsek Metro Tanah Abang sebagai saksi dulu, setelah itu baru ambil langkah,” ujar Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Mustakim, Senin (17/7) petang.

Tak hanya mereka yang melakukan bullying tersebut, polisi juga akan  memanggil orang tuanya. “Karena ini anak-anak maka prosedurnya panggil orang tua anak-anak itu dan pihak sekolah maupun P2TP2A. Ada tujuh anak dan orang tua yang akan dipanggil sebagai saksi,” tegas Mustakim

(Baca: Djarot: Tindak Tegas Siswa SMPN 273 Pelaku Kekerasan)

Sebelumnya rekaman video viral bullying yang diunggah akun Lambeturah di instagram, memperlihatkan seorang beberapa siswa berseragam SMP yang tengah mengelilingi seorang siswi berseragam putih. Siswi berseragam  SMP terlihat menjambak rambut siswi bersergam putih, bahkan membanting. Ada lagi siswa yang menjambak dan seperti menendang. Adegan bullying di video ini terjadi di Thamrin City.

Menurut Nustakim, saat itu korban hendak pulang sekolah, namun dalam perjalanan, korban di cegat para pelaku dan diajaknya ke Thamrin City, tepatnya di koridor lantai 3A. “Kondisi koridor itu dalam kondisi kosong lantaran tak tak banyak terpakai untuk berjualan. ‎

Korban yang masih duduk di kelas 6 SD ini dijambak dan dibanting oleh pelajar lain. Menurutnya Mustakim, pembully-an ini diawali oleh cek-cok antar mereka.  Usai kejadian, korban bersama orang tuanya datang ke Polsek Metro Tanah Abang untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Kami kemudian mengantarkan korban untuk dilakukan visum di RSCM karena sudah malam kemudian keesokan harinya (sabtu 15/7) orangtua korban membuat laporan,” kata Kompol Mustakim. (silaen/win)