Wednesday, 20 September 2017

Saat Tangkap Anak Jeremy Thomas, Polisi Juga Alami Pemukulan

Senin, 17 Juli 2017 — 23:25 WIB
Axel Matthew, putra Jeremy Thomas.

Axel Matthew, putra Jeremy Thomas.

JAKARTA (Pos Kota)- Polisi yang menangkap anak aktor Jeremy Thomas ternyata juga mengalami pemukulan dan didorong. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul

Hanya saja Martinu tidak bisa menegaskan siapa yang menampar anggota Polsek Bandara Soekarno-Hatta saat menangkap Axel Matthew Thomas, di Hotel Crystal, Jakarta Selatan, Sabtu (15/7/2017) malam.

“Ada juga fakta penamparan yang dilakukan oleh orang lain terhadap anggota Polri. Ada juga fakta bahwa adanya dorongan terhadap anggota Polri yang bertugas,” ujar Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Untuk itu, Martinus Sitompul menilai perlu adanya keseimbangan penilaian masyarakat terhadap kasus penangkapan Axel Matthew Thomas. Martinus mengatakan anggota Satres Narkotika Bandara Soekarno-Hatta ditampar dan didorong saat menindak Axel.

 

Kombes Martinus Sitompul

Martinus Sitompul

“Apakah itu dalam posisi seseorang dalam keadaan diam dan kemudian dipukuli, atau dalam posisi yang bersangkutan bergelut atau melakukan satu perkelahian, atau bahkan ini memang bukan karena pukulan. Ini harus dilihat,” kata Martinus.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Axel mengalami luka karena terlibat pergumulan dengan polisi. Menurut Argo, pergumulan terjadi lantaran Axel sempat melarikan diri saat akan ditangkap.

Saat ini, dugaan pemukulan terhadap Axel tengah diselidiki oleh Bagian Profesi dan Penanganan Polri.

Axel mengalami luka di bagian wajah, lutut, punggung, kepala, dan rusuk. Kini dia telah menjalani visum dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Jeremy Thomas, mengaku naik pitam melihat kondisi anaknya babak belur digiring turun dari lantai atas Hotel Crystal. Di area hotel tersebut, Axel diringkus aparat Satres Narkotika Polres Bandara Soekarno-Hatta atas dugaan kepemilikan Happy Five.

“Pertanyaan pertama saya kepada putra saya dan kepada mereka, siapa yang menyiksa atau menyekap atau melakukan penganiayaan terhadap putra saya. Tidak ada yang bicara. Pada saat saya berkeras dan melakukan pendorongan terhadap mereka, mereka mengaku petugas,” ungkap Jeremy di gedung Divisi Propam, Mabes Polri, siang tadi.

Jeremy mengira anaknya menjadi korban penculikan dan melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polda Metro Jaya. Dari laporan kerabat, Axel disergap setiba di hotel oleh sekelompok pria. Jeremy lalu datang ke hotel tersebut bersama aparat Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

“Saya bilang, kalau Anda petugas, seharusnya Anda tidak mengeroyok anak 19 tahun. Dan saya minta kartu tanda anggota dan surat perintah, mereka tidak bisa mengeluarkan. Saya langsung bersama Subdit Jatanras mengambil alih Axel,” terang Jeremy Thomas menceritakan kronologi penangkapan anak sulungnya. (B)