Sunday, 22 October 2017

Trotoar Diserobot, Kepala Dinas Berharap Kesadaran Pemotor

Senin, 17 Juli 2017 — 14:37 WIB
Penghalang di tengah trotoar.(ikbal)

Penghalang di tengah trotoar.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Trotoar-trotoar di Jakarta saat ini belum belum dapat dinikmati pejalan kaki. Pejalan kaki belum sepenuhnya aman karena trotoar kerap kali diserbot pengendara motor.

Hak pejalan kaki juga terenggut oleh pedagang kaki lima yang kerap membuka lapaknya di trotoar.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal berharap tumbuhnya kesadaran pengendara motor dan PKL untuk tidak menyerobot hak pejalan kaki di trotoar.

“Kami berharap kesadaran diri sendiri ditumbuhkan. Sama-sama gerakkan kesadaran bersama. Itu yang penting, dan law enforcement,” ujarnya di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (17/7/2017).

Yusmada FaizalKepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada FaizalĀ 

Yusmada mengatakan saat ini trotoar sudah didesain agar pengendara motor tidak dapat leluasa menggunakan trotoar, yakni menggunakan penggalang (portal) di tengah trotoar. Namun hal tersebut belum berdampak signigikan karena penghalang masih dapat ditembus pengendara motor. Meski demikian, pihaknya tidak akan merapatkan penghalang tersebut.

“Kalau itu dirapatkan kami melanggar undang-undang nomor 8 tahun 2016. Disabilitas, kursi roda harus masuk. Kalau itu dirapatkan, enggak bisa masuk,” imbuhnya.

(Baca: Djarot Perintahkan Pelanggar Hak Pejalan Kaki Ditindak)

Selain pembatas, untuk meminialisir penggunaan trotoar oleh pihakbyang tidak berhak, pihaknya juga telah mendesain penghalang berbentuk ‘S’. Meski demikian, desain tersebut tida dapat diterapkan di semua trotoar di Jakarta.

“Makanya kami ada model portal S, tapi portal S itu kan butuh ruang. Butuh desain. Kalau kami mau bikin itu semua, begitu banyak simpang, apa iya dipasang itu semua? Itu kan hanya simbol bahwa ini bukan untuk motor loh, bukan untuk penggunaan yang lain. Terbayang enggak kalian terpasang itu semua?,” tandas Yusmada.

Dikatakan Yusmada, penghalang ‘S’ itu ada di trotoar di Jalan RSCM, Jatibaru, Merdeka Selatan sebagai pilot project.

(ikbal/sir)