Thursday, 21 September 2017

Video Kekerasan Siswa SMP, Kadisdik: Bukan di Lingkungan Sekolah Saat MPLS

Senin, 17 Juli 2017 — 11:51 WIB
Potongan video kekerasan siswa SMP.

Potongan video kekerasan siswa SMP.

JAKARTA (Pos Kota) – Dinas Pendidikan DKI Jakarta bersama kepolisian dan Kementerian Penddidikan dan Kebudayaan tengah melakukan investigasi terkait tindak kekerasan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Video tindak kekerasan yang dilakukan sesama siswa SMP tersebut kini menjadi viral di media sosial.

“Hari ini kami lakukan investigasi bersama kepolisian dan inspektorat Kemendikbud. Nanti sore hasil investigasi bisa didapatkan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Andrianto saat dihubungi, Senin (17/6/2017).

Sopan menjelaskan dari investigasi awal, membenarkan siswa-siswi yang terekam dalam video tersebut merupakan siswa SMP Negeri di Jakarta Pusat. Meski demikian, Sopan memastikan peristiwa tifa terjadi dilingkungan sekolah dan tidak dalam masa jam pelajaran..

“Iya benar, terjadi di salah satu SMP Negeri di Tanah Abang. Itu terjadi di luar jam sekolah dan tidak di lingkungan sekolah,” jelas Sopan.

Sopan juga menegaskan, tindak kekerasan yang terekam tersebut bukan dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2017/2018. “Itu terjdai bukan pada saat MPLS,” tandasnya.

Dari peristiwa tersebut, menurut Sopan, selain sekolah, peran keluarga dan masyarakat diperlukan dalam pelaksanaan pendidikan di Jakarta. Unsur-unsur tersebut harus saling bersinergi, mengingat peristiwa tersebut terjado diluar jam dan lingkungan sekolah.

“Ini jadi peringatan buat kita, artinya keluarga dan lingkungan masyarakat harus turut serta melakukan pengawasan pendidikan. Kalau selama di sekolah menjadi tanggungjawab sekolah sepenuhnya. Ini merupakan menjadi tanggungjawab bersama,” tutup Sopan

Sebelumnya beredar beredar video kekerasan pelajar SMP terhadap siswa lainnya. Dalam video terlihat pelajar yang amsih menggunakan seragam lengkap menjambak dan memukul seorang sisiwi berkali-kali hingga jatuh. Peristiwa tersebut diabadikan pelajar lain yang ikut penonton.

Mendapat kekerasan, korban hanya diam dan menunduk. Setelah mendapat pukulan dan tarikan rambut, korban dipaksa mencium tangan dua pelaku kekerasan dan dipaksa bersujud mencium kaki pelaku. Saat ini video tersebut mejadi viral di media sosial dan banyak mendapatkan kecaman dari netizen.

(ikbal/sir)