Sunday, 19 November 2017

Aiptu Pardi, Pernah Diisukan Tewas Tertembak

Selasa, 18 Juli 2017 — 1:40 WIB
Aiptu Pardi

Aiptu Pardi

RABU (10/5) malam silam, warga Jalan Mawar, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara dihebohkan dengan baku tembak antara polisi dan maling motor. Dalam kejadian itu, pelaku yang belakangan diketahui bernama Sopyan tewas di lokasi kejadian.

Selain pelaku, anggota Polsek Metro Koja juga terkena tembakan. Ia adalah Aiptu Pardi Wiyanto, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tugu Utara.

Pardi ditembak dari jarak sekitar 30-40 meter. Saat itu dia sudah berhadapan dengan pelaku dan berusaha memangkapnya. Tapi, dor! Sebutir pelor yang dilepaskan pencuri melesat dan mengenai dada kirinya hingga dia terjengkang.

Rekan-rekanya, termasuk Kapolsek Metro Koja Kompol Supriyanto dan warga di sekitar kejadian menduga anggota Bhabinkamtibmas ini tewas.

Bahkan cepat tersebar berita kematian Aiptu Pardi saat dilarikan ke rumah sakit. Namun Pardi lolos dari mata, kendati timah panas itu mengarah ke titik vital, jantung!

“Peluru jadi belok karena tepat mengenai peniti, yang buat tempel name tag, terus pelurunya melesat, tapi saya dapat 15 jahitan di bekas luka tersebut,” kenang Pardi.

Kapolsek Supriyanto yang juga terlibat dalam baku tembak itu kaget jika anak buahnya selamat. Rasa penasaran membuatnya mendatangi anggotanya yang dirawat dui RS Koja. “Saya langsung ke rumah sakit. Kaget juga ternyata Aiptu Pardi masih sadarkan diri. Pardi dan dokter yang menangai luka tembaknya bilang, pelurunya itu hanya menyerempet dada. Alhamdulillah,” ucapnya.

Pada malam kejadian, lanjut Supriyanto, dokter menyebutkan luka Pardi akan segera pulih dengan beristirahat beberapa hari. “Wah hebat itu, asli kaget kok bisa pas gitu kena penitinya. Bingung juga saya,” imbuhnya

KEBERANIAN

Dari peristiwa tersebut, pimpinannya kemudian memilih Aiptu Pardi masuk dalam Tim Tiger Rawit Polsek Koja. “Tim ini dibentuk dalam antisipasi dan peningkatan pengamanan di daerah titik kerawanan tindak kriminalitas jalanan. Kita pilih Aiptu Pardi karena pengalaman dan keberaniannya,” kata Kapolsek.

Tugas tim ini, lanjutnya menyambangi satu per satu seluruh bank di wilayah Kecamatan Koja. Tidak ketinggalan sejumlah toko mas di Pasar Koja Baru dan pasar tradisional lainnya juga disambangi. “Masyarakat tidak perlu merasa takut, kami siap mengawal aktivitas membawa uang dalam jumlah besar maupun toko emas dengan cuma-cuma alias gratis,” tegasnya.

Sedangkan Aiptu Pardi mengaku bangga masuk Tim Tiger Rawit. Meski pernah mengalami ditembak penjahat, ia tak sedikit pun merasa trauma apalagi kapok. Justru dia semakin semangat memberikan pelayanan dan melindungi masyarakat dari aksi-aksi kriminalitas.

TIDAK KAPOK

“Kapok? Tidak ada dalam diri saya meski pernah kena tembak. Saya ikhlas menjalankan tugas sebagai seorang polisi. Ini amanah yang diberikan kepada saya,” kata Pardi.

Membuktikan ucapannya itu, Pos Kota mengintip sepak terjang dalam tim ini. Saat melakukan patroli mobile bersama timnya, ke sejumlah bank, pegadaian, toko mas hingga pasar, Pardi tampak sigap. Ia langsung menyapa warga dan securiti bank menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan selalu siap jika dibutuhkan masyarakat.

“Masyarakat yang membutuhkan pengawalan mengambil uang dalam jumlah besar ke bank, kita siap. Pengawalan itu gratis,” ucap Pardi.

Selain memiliki keahlian menembak ia juga jago bela diri. “Polisi itu kan pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat itu sudah tugas pokok saya. Keluarga pun selalu mendukung saya meski melayani masyarakat malam hingga dinihari,” tukasnya. (ilham/iw)