Wednesday, 26 July 2017

Dualisme KAI Terus Berlanjut

Selasa, 18 Juli 2017 — 1:10 WIB
Pengurus KAI di bawah kepemimpinan Tjoetjoe Hernanto sedang memberikan keterangan. (Joko)

Pengurus KAI di bawah kepemimpinan Tjoetjoe Hernanto sedang memberikan keterangan. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Dualisme organisasi praktisi hukum yang membentuk wadah bernama Kongres Advokat Indonesia (KAI) masih terus berlanjut. Buntut dari kekisruhan ini tampaknya mendorong Departemen Hukum dan HAM RI untuk menerima permohonan pendaftaran merek dan logo organisasi tersebut.

Pendaftaran logo dan merek yang diajukan pihak KAI di bawah pimpinan Tjoetjoe S. Hernanto telah ditolak oleh Direktur Merek dan Indikasi Geografis Depkumham sebagai tertuang dalam surat No. HKI.4HI.06.01.TO JOO2014026209. Menurut Tjoetjoe sebenarnya sah dan tidaknya organisasi adalah sama sekali bukan menjadi kewenangan Direktur Merek.

Menurutnya, organisasi KAI yang kini terdiri dari dua kelompok yakni Kongres Advokat Indonesia (KAI) dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) 2008, sama-sama punya hak berorganisasi. “Nama dan pimpinan organisasi beda. Kalau di bidang parpol seperti PDI dan PDI Perjuangan,” ujar Presiden DPP KAI Tjoetjoe S. Hernanto di kantornya kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakpus. Adapun Presiden KAI 2008 adalah Indra Sahnun Lubis.

Tjoetjoe juga memaparkan organisasi advokat lainnya dengan nama Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kini pecah menjadi tiga kelompok. Mereka bisa berjalan masing-masing, tapi kenapa antara KAI dan KAI 2008 yangh sudah jelas beda organisasi tidak mendapatkan hak hukum yang sama. “Kami minta agar Direktur Merek mempertimbangkan kembali untuk menerima pendaftaran dan merek yang kami ajukan,” ujar Tjoetjoe didampingi Sekjen DPP KAI Aprilia Supaliyanto dan pengurus lainnya.

Tjoetjoe menambahkan selama ini belum pernah ada pihak manapun mengajukan perndaftaran merek dan logo tersebut. “Bahwa merek dan logo tersebut merupakan produk konggres pertama dan kedua pada saat saya menjadi Presiden DPP KAI periode 2014-2019,” papar Tjoetjoe yang juga mengklaim lembaga yang dipimpinnya adalah organisasi sah dan benar yang mewadahi ribuan advokat. (Joko)