Thursday, 23 November 2017

Kisah Satu Ton Narkoba

Selasa, 18 Juli 2017 — 5:30 WIB
ronda

APA jadinya kalau orang tertimbun benda yang beratnya satu ton? Benda apa saja deh, nggak usah batu, kapuk saja, pasti wasalam ya? Lalu apa jadinya juga jika benda itu shabu?

Nah, kalau ini yang jatuh dan bertaburan, maka yang mati bukan satu dua orang, tapi jutaan bisa bergelimpangan, sekarat atau mati sekalian! Ya, beruntung, petugas sigap dan membekuk para pelaku yang mau menyelundupkan barang haram tersebut ke negeri tercinta ini.

Nggak perlu lama-lama deh membahas yang kayak ginian. Sudahlah diproses dengan cepat saja. Jika terbukti, langsung dihukum setimpal. Majelis hakim tahulah mengartikan kata ‘setimpal’! Lalu jangan juga lama-lama di dalam sel penjara, kalau nggak mau banyak yang terlibat lagi.

Mengapa? Ya, bisa kepala penjara, sipir dan siapa saja yang bisa keluar masuk lembaga tersebut, karena akan diperalat oleh para gembong. Sudah banyak conotoh, terpidana narkoba bisa menyetir bisnisnya dari dalam sel. Dan kasusnya bukan sekali dua kali, tapi terlalu sering. Malah kayaknya orang nggak kaget lagi. Justru yang kaget adalah ketika ada terpidana mati segera dieksekusi. Ini baru masyarakat terkaget-kaget. Kok, bisa ya?

Bisa dong. Inget bandar narkoba itu uangnya nggak berseri, milyaran. Jadi buat mereka mah kecil, kalau hanya buat ‘nutup mulut’ para petugas lapas yang khilaf? Hemm, encer!

Ya, kalau mau menyelamatkan generasi negeri ini, ya semua harus sadar dari khilaf. Berapa banyak sih uang yang diperoleh dari hasil narkoba? Katakanlah jumlahnya besar, tapi percalah juga jika uang dari barang haram itu berarti juga haram.
Nimatnya hanya di lidah,sampai di perut bisa menyebabkan bermacam penyakit. Sampai di otak melahirkan pikiran jahat. Dimakan anak istri, juga bakalan nggak berkah! –massoes