Wednesday, 26 July 2017

Pelacur Import Gairahkan Tempat Hiburan

Selasa, 18 Juli 2017 — 2:41 WIB
Pelacur Maroko ditangkap i di Puncak

Pelacur Maroko ditangkap i di Puncak

HADIRNYA cewek Uzbekistan, China, Thailand, dan Vietnam di dunia prostitusi papan atas tak dipungkiri mampu mendongrak omset tempat hiburan tempat mereka bekerja. Tingginya peminat pengunjung tempat hiburan yang membooking cewek impor ini mengindikasikan kondisi tersebut.

Pesanan untuk merekrut cewek impor pun otomatis tinggi. Cewek impor ini terutama Si ‘Kuda Putih’ (Uzbekistan) dan Cungkok (China) menjadi primadona dan menambah gairah tempat hiburan. Lantas bagaimana para pelacur impor ini bisa dihadirkan? Berikut penelusuran Pos Kota melalui seorang wanita yang mengaku sudah lama menjalani pekerjaannya.

Di kalangan anak buahnya, perempuan paruh baya ini akrab disapa Mami I. Ditemui di sebuah apartemen di kawasan Jakpus, penampilan wanita berambut pendek ini layaknya wanita sosialita.

Ditemui Pos Kota, ia didampingi beberapa cewek yang berpenampilan menarik dan tentu saja seksi. “Mesti mengeluarkan modal besar untuk mendatangkan anak-anak ini. Karena harus mempersiapkan segala keperluannya dari paspor sampai tempat tinggal selama di sini. Puluhan bahkan sampai ratusan juta,” ujarnya.

Menurut Mami I, Pekerja Seks Komersial (PSK) impor memiliki permintaan istimewa. “Dia tidak mau ditampung di tempat khusus penampungan seperti rumah apalagi kamar kos. Mereka tinggal di apartemen atau hotel berbintang,” paparnya.

DIDATANGKAN AGEN

Mami I memaparkan , tidak mudah untuk merekrut perempuan perempuan impor tersebut. Menurutnya, peran agen sangat membantu. “Biasanya agen agen itu berkedok kantor pencari bakat seperti model dan lainnya,” ungkapnya.

Selajutnya kantor agen tersebut juga memiliki jaringan internasional dengan modus serupa di negaranya masing masing. “Jadi kalau ada orderan mereka langsung berkomunikasi,” paparnya.

Berbekal visa wisata atau pelajar yang berkedok pertukaran budaya mereka dapat mulus datang ke Indonesia.

Mami I mengaku tidak tahu pasti bagaimana kantor agen tersebut merekrut para wanita itu. Karena dirinya bertanggung jawab saat wanita pesanannya sudah berada di bawah pengawasannya.

Namun demikian menurut informasi yang diperolehnya , para ladies impor itu juga direkrut melalui agen tempat negara mereka berasal . “Cewek impor ini biasanya diambil dari desa miskin negara asal mereka. Mereka juga kebanyak dari keluarga miskin,” paparnya.

Selain agen, sambung Mami I, ada juga perempuan yang merekrut kawan kawan sebayanya. “Biasanya perempuan yang berhasil mengajak temannya ke Indonesia akan mendapat fee dari agen,” ucapnya.

Lebih lanjut mami menegaskan, keberadaan para pramunikmat ini memang istimewa,tak heran jika mereka mendapat perlakuan khusus. Dalam praktiknya tarif mereka paling tinggi dan tidak akan khawatir tak akan laku.

“Mereka punya pasar sendiri, yaitu pelanggan yang tentu saja berkantong tebal,” ucapnya. “Kehadiran cewek impor terutama Uzbekistan dan Cungkok tentu saja membuat tempat hiburan semakin berwarna.” (yh/st)