Sunday, 24 September 2017

Tiga Belas Tahun Menikah Hasilnya Keringatan Saja

Selasa, 18 Juli 2017 — 6:30 WIB
adil

SUNGGUH malang nasib pasangan Dahlan – Murtini, dari Surabaya ini. Sudah menikah 13 tahun, tapi tak kunjung punya anak. Dahlan, 40, pernah mencoba ngetest ke berbagai “medan” lain, hasilnya hanya keringetan doang. Akhirnya dia pasrah, jika Murtini, 38, menggugat cerai, dia terpaksa harus melepaskannya dengan ikhlas.

Kehadiran anak dalam rumahtangga, menjadi dambaan keluarga. Tapi tak semuanya bisa berhasil, bahkan kadang-kadang menjadi sangat ironis. Yang kaya raya, gagal memiliki momongan. Tapi sebaliknya yang miskin sampai ke tulang-tulangnya, eh….anaknya banyak banget. Istri itu rasanya seperti tustel kwaci, sekali senggol langsung jadi!

Suami istri dari Rungkut Medokan, Surabaya ini agaknya termasuk keluarga yang bernasib malang. Secara ekonomi Dahlan – Murtini sangat mapan, karena dua-duanya pekerja yang sukses. Tapi sukses mencari kekayaan, ternyata tak menjamin sukses pula memproduksi keturunan. Padahal rumahtangga tanpa anak, lalu harta yang banyak itu nanti untuk siapa?

Dahlan menikahi Murtini 13 tahun lalu, tapi hingga kini hasilnya hanya kringetan doang. Pasangan itu sudah berobat ke mana-mana, dari dokter, sinshe, obat-obatan herbal sampai paranormal, tetap tidak mengubah keadaan. Ada yang menyarankan pakai “godong lingga” alias mesum dengan tetangga, tapi sebagai Dahlan sebagai lelaki yang ganteng, santun, pintar ngomong dan beriman, tak mau melakukannya. Begitu pula Murtini, dia tak mau melayani lelaki lain kecuali suami sendiri.

Begitu inginnya punya momongan, diam-diam Dahlan mencona menikah siri dengan sejumlah wanita. Tapi hasilnya lagi-lagi ganyalah ungkag-ungkeg tiap malam hasilnya keringatan doang, sehingga bini siri itu kabur duluan. Kini Dahlan sadar, bahwa “burung” miliknya memang tak mampu berbicara dalam percaturan ranjang.

Dahlan – Murtini sebetulnya juga risih, sebab dalam setiap pertemuan keluarga selalu ditanya, “Kapan nih momong anak?” Tapi keduanya tak mampu menjawab, kecuali beralasan: Tuhan belum mau ngasih. Padahal sebetulnya suami ini menangis getir, hidup tanpa keturunan bakal kehilangan generasi penerus.

Karena dorongan keluarga, pada akhirnya Murtini harus mengambil sikap, bercerai dari Dahlan. Beberapa minggu yang lalu dia mengajukan gugatan cerai lewat Pengadilan Agama Surabaya. Sebetulnya dia sangat mencintai Dahlan, tapi karena dia harus juga memikirkan masa depan, jalan pahit itu terpaksa diambil. Dahlan sendiri karena menyadari akan kekurangannya, terpaksa melepaskannya. Dia juga salut pada Murtini, karena hanya dia satu-satunya istri yang selalu setia dalam keimpotenan suami.

Pilih mana, lemah syahwat atau lemah iman? (JPNN/Gunarso TS)