Sunday, 15 September 2019

Dua BPJS Kerjasama Tingkatkan Pelayanan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja

Rabu, 19 Juli 2017 — 18:37 WIB
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady serta Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan M. Khrisna Syarif, tandatangani kerjasama  di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (19/07/2017).(Ist)

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady serta Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan M. Khrisna Syarif, tandatangani kerjasama di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (19/07/2017).(Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – BPJS Ketenagakerjaan dan  BPJS Kesehatan  sepakat saling koordinasi dan kerja sama secara terpadu dalam hal penanganan kecelakaan kerja  (KK) dan penyakit akibat kecelakaan kerja (PAK),  sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

Koordinasi ini dilakukan untuk  meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan kepastian penjaminan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), khususnya, dan  bagi pekerja peserta  BPJS Ketenagakerjaan.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady serta Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan M. Khrisna Syarif, di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (19/07/2017).

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan M. Khrisna Syarif menjelaskan, koordinasi bidang pelayanan ini adalah pengembangan dari bentuk kerjasama sebelumnya antara dua lembaga BPJS, dalam memberi pelayanan terbaik, terutama bagi peserta yang membutuhkan perawatan dan pengobatan jika mengalami kecelakaan kerja (KK) atau penyakit akibat kerja (PAK).

Juga untuk mengantisipasi tidak terjaminnya perawatan dan pengobatan peserta yang mengalami dugaan KK dan PAK karena langsung dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan dan akan ditagihkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Perawatan sejak dini akan diberikan jika dari hasil investigasi bersama memang terbukti alami KK atau PAK. Dengan demikian ada kepastian pada peserta dan tidak menambah beban mereka,” ujarnya.

Sementara Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady mengatakan,   dengan adanya  kerjasama ini, peserta yang mengalami KK  ataupun PAK, saat di rumah sakit tidak kebingungan siapa yang akan menjamin pelayanan kesehatannya.

“Melalui perjanjian kerjasama ini, diharapkan di lapangan nanti pelayanan kesehatan dapat diberikan secara lebih maksimal,” terang Maya.

Krishna menambahkan, dengan kerjasama ini bukan berarti BPJS Ketenagakerjaan melepaskan tanggungjawab. Perusahaan wajib melaporkan kejadian KK dan PAK pekerjanya dalam waktu 2 X  24 jam.” tuturnya.(Tri)