Saturday, 22 September 2018

Sesuai Tuntutan Jaksa

Dua Terdakwa e-KTP Divonis 7 Tahun & 5 Tahun Penjara

Kamis, 20 Juli 2017 — 13:50 WIB
Kedua terdakwa  KTP-El, Irman dan Sugiharto, menjelang vonis. (ikbal)

Kedua terdakwa KTP-El, Irman dan Sugiharto, menjelang vonis. (ikbal)

 

JAKARTA (Pos Kota) – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Irman dan Sugiharto masing-masing selama 7 tahun dan 5 tahun penjara.

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Irman dan Sugiharto dinyatakan secara sah dan meyakinkan melakukan tindak korupsi secara bersama-sama dalam proyek KTP Elektronik.

“Menyatakan Irman dan Sugiharto terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan hukuman penjara terhadap saudara Irman selama 7 tahun dan denda Rp500 juta. Menjatuhkan hukuman penjara terhadap saudara Sugiharto 5 tahun dan denda Rp 400 juta,” ujar Ketua Majelis Hakim, John Halasan Butar Butar.

Dengan demikian, vonis tersebut sesuai dengan tuntutan dari jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

 

kasus-20

Kedua terdakwa saat memasuki ruang sidang putusan di Tipikor Jakarta. (ikbal)

Kepada kedua terdakwa, Majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa denda sebesar USD 500 ribu kepada Irman dan USD 50 ribu kepada Sugiharto. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang diterima keduanya dalam korupsi KTP Elektronik.

(Baca: Jelang Vonis Hari Ini, Terdakwa e-KTP Minta Hukuman Ringan)

Atas putusan tersebut, baik Irman maupun Sugiharto akan mempertimbangkan terlebih dahuli langkah hukum yang akan diambil selanjutnya. “Kami pikir-pikir dulu yang mulia,” ujar Irman.

Langkah serupa juga diambil JPU KPK dalam menyikapi putusan pemgadilan.
(ikbal/sir)