Monday, 23 July 2018

Korupsi Proyek E-KTP

Irman Divonis Tujuh Tahun dan Sugiharto Lima Tahun Penjara Ditambah Denda

Kamis, 20 Juli 2017 — 14:36 WIB
Irman dan Sugiharto konsultasi dengan kuasa hukumnya.(ikbal)

Irman dan Sugiharto konsultasi dengan kuasa hukumnya.(ikbal)

JAKARTA  (Pos Kota) – Dua terdakwa kasus korupsi proyek E-KTP Irman dan Sugiharto divonis masing-masing  7 tahun penjara dan 5 tahun penjara .  Selain kurungan penjara, keduanya juga dijatuhi denda masing-masing Rp500 juta dan Rp400 juta subsider 6 bulan penjara.

Putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  (Tipikor), Jakarta Pusat itu sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

“Putusan tadi cukup berat, karena majelis memvonis sesuai tuntutan  jaksa. Kami tadinya berharap kurang dari  dari 7 tahun maupun 5 tahun. Kami pikir-pikir,” ujar Kuasa hukum Irman, Soesilo Ari Wibowo usai sidang, Kamis (30/7/2017).

Meski demikian, Soesilo sepakat dengan keputusan hakim yang memutuskan besaran hukuman tambahan, dengan mengembalikan harta hasil korupsi sesuai yang terdakwa terima. Dalam putusan, ketua majelis hakim,  John Halasan Butar Butar menetapkan Irman harus mengembalikan uang sebesar 500 ribu dolar AS . Sedangkan Sugiharto diwajibkan mengembalikan uang sebesar 50 ribu dolar AS  kepada negara.

“Di satu sisi mengenai uang pengganti juga sesuai dengan yang kami minta di pembelaan,” tandas Soesilo.

Diketahui, Irman sudah mengembalikan hasil korupsi ke KPK sebesar 300 ribu dolar AS plus Rp50 juta. Sehingga hanya sisanya saja yang harus dikembalikan kepada negara. Sedangkan Sugiharto telah  megembalikan  30 ribu  dolar AS dan mobil Honda Jazz senilai Rp150 juta.

Jika dalam waktu satu bulan usai keputusan berkakuatan hukum tetap terdakwa tidak dapat mengembalikan, maka pengadilan akan menyita aset kekayaan untuk dilelang yang hasilnya dibayarkan ke negara. Jika kekayaan terdakwa tidak cukup untuk bayar denda tambahan itu, maka Irman dan Sugiharto akan dijatuhi hukuman tambahan masing-masing 2 tahun dan 1 tahun penjara. (ikbal/tri)